Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cinta di Hari Ayah

Hari ayah www.jejakbunda.com


Mentari semakin merangkak naik. Aku masih berkemul dalam sarung. Demam yang sedari malam membuat tubuh serasa dilepas dari tulang kini sudah mulai lebih ramah. Tidak ada peningkatan suhu dan tegang di area kepala.

"Tidak usah bangun dulu, Bun," tawar suamiku sambil membawakan segelas air hangat.

Sebelum turun dari tempat tidur, ia selalu terbiasa menyiapkan segelas air atau menanyakan apakah aku butuh diberikan sedikit pijatan ringan di area kaki. Begitulah bila ia stay di rumah, semuanya ia layani. Makanya saat ia harus berangkat keluar kota, rasa kehilangan akan setiap aktivitas rutinnya sangat terasa.

Aku menapakkan kaki ke bawah tepat mendarat di atas karpet hijau daun. Udara pagi ini tidak terlalu panas dan juga tidak selembab biasanya. Perlahan kulangkahkan kaki dengan alas sendal berwarna jingga. Sendal kapal. Begitu aku namai karena bentuknya persis perahu. Namun ia nyaman di kaki dan tidak membuat telapak kakiku dingin selama berjalan.

Hamil di usia yang tidak muda memang tidak mudah. Apalagi ini merupakan multi pregnancy. Aku cenderung mudah lelah ditambah kondisi pasca pemulihan usai rawat inap demam typhoid. Hati-hati kulangkahkan kaki karena dokter pun menyarankan agar menjaga pergerakan tungkai tetap stabil.

Aku menuruni anak tangga menuju dapur. Rumah 3 lantai ini tidak terlalu luas. Namun karena teksturnya bertingkat aku cukup ngos-ngosan bila harus naik turun tangga setiap harinya.

Sebaiknya ibu jangan lakukan aktivitas yang membuat lelah, mengangkat beban, naik turun tangga dan naik motor dulu

Aku terngiang-ngiang dengan saran neurolog saat kontrol ulang kondisi penjepitan syaraf yang kualami beberapa waktu lalu. Semua hal yang begitu sulit aku penuhi. Lalu, sang dokter tergelak saat kubeberkan alasan bahwa semua yang ia sarankan adalah hal yang mustahil.


Tiba di lantai satu, aku langsung memilah sayur yang telah kukemas beberapa waktu lalu, menyiapkan bumbu dan racikan sambil membalas pesan masuk dari beberapa grup. Tak lama suara pagar berderit. Ah iya, sudah lama pagar tidak kuberi pelumas agar lancar dan suaranya tidak menggangu.

Kriett.
Suara pintu terbuka dan terdengar suara salam perlahan. Tetanggaku masuk. Sudah semenjak kami rawat inap kakak ipar memintanya langsung menolong beres-beres dan mengurusi pakaian kami. Hal yang sangat membantu meringankan pekerjaan domestik karena membuatku berkurang naik hingga lantai atas.

"Sudah tau berita duka belum?" Ia tiba-tiba memulai pembicaraan. 

Aku menggeleng.

"Itu, orang depan yang anaknya kecil-kecil sering belanja ke warung itu suaminya meninggal terbakar," ia bersemangat cerita.

Inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un.
Aku kaget lalu beristirja'. 

"Terbakar kenapa?" Tanyaku pelan namun tangan tetap menguliti sayur dan bumbu.

"Terbakar saat ngecat di Krakatau," ia menjawab cepat.

"Mau lihat videonya,
Itu, beberapa anak sini sudah punya videonya. Apa mau dikirimkan saja,?" Tawarnya 

Dengan cepat aku menggelengkan kepala. 
Akhir-akhir ini aku lebih menghindari hal-hal yang membuat emosional terganggu. Apalagi ini adalah hal yang jelas visualnya dan langsung terekam dalam ingatan. 

"Cukup didoakan apalagi bila ia muslim," sahut suamiku menanggapi.

Tetanggaku diam. Ia langsung menuju ke atas menuntaskan pekerjaannya.

Iya, aku hanya sekedar tahu istri dan anak almarhum sering melewati rumah untuk belanja di warung. Aku kira ia suku tamil karena kulit mereka cenderung gelap. Ternyata, hanya istrinya yang asli Tamil.

Aku sudah mulai mencoba melupakan kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa tetangga tersebut. Suatu ketika, ada video masuk ke dalam sebuah grup yang tanpa sengaja aku klik. Akhirnya terlihat jugalah olehku video kecelakaan yang menewaskan tetangga tersebut.

Foto diambil dari Tribunnews


Ia menerima job untuk mengecat besi reklame di persimpangan jalan. Tanpa peralatan lengkap dan alat pelindung. Kabarnya saat hendak melanjutkan pekerjaan, hujan mulai rintik. Ia terpeleset dan spontan mencari pegangan lalu tanpa sadar memegang kabel listrik yang menggantung di sekitar tiang reklame. Ia tersengat seketika lalu api membesar membakar sebagian tubuh yang mulai renta itu.


"Bunda mencari nafkah bagi seorang ayah apakah termasuk berjihad?" Tanya salah seorang anakku.

"Iya, seorang ayah berjihad bersungguh sungguh memenuhi kewajiban amanah Allah dalam bentuk anak dan istri," jawabku

"Apakah bila seorang ayah meninggal saat mencari nafkah buat keluarganya ia tergolong syahid?" Tanya mereka lagi.

"Iya benar. Seseorang yang meninggal karena Kecelakaan, bencana, tenggelam, terbakar maka ia tergolong syahid. Apalagi bila ia meninggal dunia dalam kondisi niat berbuat baik seperti mencari nafkah," terangku lagi.

Anak-anak terdiam tapi aku tahu dialog tadi merasuk terbang dan bebas di imajinasi mereka.

"Aku teringat ayah," celetuk salah seorang dari anakku.

"Do'akan saja ayah selalu diberikan kemudahan dan keselamatan dalam menunaikan amanah dari Allah," ajakku pada mereka.


Indonesia, Negeri tanpa Ayah


Udah pernah dengar kan kalau Indonesia disebut negeri tanpa Ayah. Mengapa hal tersebut terjadi. Minimnya waktu ayah dalam membersamai anaknya tumbuh dan berkembang menjadi penyebab statement ini. Faktanya ayah di Indonesia hanya mampu membersamai anak kurang lebih sekitar 60 menit saja. Kewajiban mencari nafkah kerap dijadikan dalih ayah tidak mampu membersamai anak-anaknya. Padahal bila ayah mampu memaksimalkkan sedikit waktu itu menjadi pertemuan yang berkualitas maka anak dapat menjadi pribadi yang percaya diri dan jiwanya penuh cinta.


Kebersamaan dengan anak tak melulu hanya saat traveling semata. Seringkali ayah yang memiliki jam kerja yang padat seolah membayar waktunya dengan mengajak anak-anak jalan-jalan ke tempat wisata lalu pulang kembali kerumah dalam kondisi letih lalu mengulang kembali aktivitas yang sama seperti sebelumnya tanpa ada perlekatan baik ngobrol dan diskusi.

Quality time dengan anak bisa saja dilakukan dengan mengajak anak ngobrol, membacakan kisah, mengajak diskusi sepanjang perjalanan, atau saat melakukan pekerjaan rumah bersama dengan anak. 

Orangtua khususnya ayah penting sekali dekat dengan anak. Kedekatan ayah dengan anaknya sangat berpengaruh pada perilaku anak. Ayah sebagai qawwam berperan memimpin rumahtangga dan mewariskan keqawwamannya pada anaknya agar kelak ia mampu menduplikasi peran ayah dalam rumahtangganya. 

Anak-anak dengan hubungan harmonis dengan ayah rata-rata memiliki kemampuan sosial yang cukup baik. Bahkan sebuah studi menyatakan rata-rata kasus penyimpangan pada anak bila ditelusuri memiliki hubungan disharmoni dengan ayah.

Keseimbangan dalam berbagi peran antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak perlu dilakukan. Terkadang seorang ayah karena merasa sudah memberikan nafkah maka ia pun melepas segala peran lainnya di rumah. Padahal Kesuksesan seorang anak berawal dari rumah. Dan Ayah adalah bintang dan aktor utama yang menjalankan peran tersebut.

Tips mengoptimalkan peran ayah


Ayah boleh saja sibuk dan memiliki agenda yang padat. Namun ayah tetap memiliki kontrol pengasuhan yang saling dukung dengan ibu.  Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan peran ayah.

1. Tetap meluangkan waktu untuk anak

Sesibuk-sibuknya ayah tetap luangkan waktu untuk dapat berkomunikasi dengan anak. Komunikasi di era digital tentu lebih mudah. Ayah bisa tetap berhubungan via telepon atau videocall setiap harinya. Sesekali ayah bisa mengajak anak untuk jajan berdua ataupun berolahraga bersama.

2. Tetap memantau aktivitas pendidikan anak

Terkadang kesibukan ayah membuat ia tak mampu menyertai aktivitas belajar ananda. Namun juga tidak boleh melupakan tanggung jawab meriayah perkembangan anak sudah sejauh apa. Baik perkembangan fisiknya, perkembangan aqliyahnya, maupun hal - hal psikis yang lebih mendalam. Ayah dapat bekerjasama dengan ibu terkait perkembangan anak maupun guru maupun teman yang berinteraksi dengan anak. 

3. Tetap melakukan evaluasi terhadap perkembangan anak

Mencatat dan mengevaluasi perkembangan anak adalah sebuah hal yang sangat penting. Ibarat sebuah perusahaan, tentunya ada proses evaluasi baik itu skala bulanan, semester ataupun tahunan. Dari evaluasi tersebut ayah bisa melihat sejauh mana target yang diharapkan tercapai. Terutama terkait pendidikan iman dan pola pikir anak. Jangan sampai anak memiliki kecakapan duniawi namun untuk hal yang sifatnya ruhiyah dan ketauhidan ia bahkan tak mengenal penciptanya.

4. Membangun imaji positif tentang ayah

Urusan membangun imaji positif bisa dilakukan dengan bantuan ibu dan orang terdekat. Ayah tak harus mempromosikannya dirinya di hadapan anak. Ayah cukup memberikan teladan dan hal yang baik yang mampu diduplikasi anak.

Sementara peran ibu adalah memberikan informasi positif tentang kebaikan ayah. Tentunya hal ini mampu dilakukan bila hubungan ayah dan ibu dalam kondisi harmonis. Namun bilamana ada slip komunikasi dan disharmoni, maka selayaknya ibu tidak memberikan informasi yang buruk tentang ayah. Agar anak senantiasa memandang hal positif dan mampu menjadikan ayah contoh baginya terhadap penghayatan dan profil lelaki yang baik.


5. Memberikan kejutan khusus yang penuh makna

Kejutan tak melulu harus berbentuk hadiah atau materi. Hadir disaat hari yang penting bagi anak maupun memberikan penguatan saat anak merasakan kesedihan adalah sebuah kejutan khusus yang memorable. Anak menjadi merasa bahwa dirinya penting. Dan ini sangat berarti buat penguatan jiwanya.

6. Memberikan energi dan memaksimalkan cinta pada ibu

Bagaimana mungkin cinta dialirkan oleh seseorang yang tidak memiliki rasa cinta di hatinya. Istri ataupun ibu adalah sosok yang sangat dekat dengan anak. Kestabilan emosi seorang ibu sangat penting dalam memberikan ingatan pengasuhan pada anaknya. Ibu yabg bahagia tentunya akan melahirkan anak yang juga bahagia. Dan tentunya kebahagiaan ibu adalah tanggung jawab seorang ayah.

Cinta di Hari Ayah


"Bunda, bisakah aku dibangunkan jam empat pagi?," Pinta salah seorang anak kami 

Aku mengangguk dan mengiyakan permintaannya.

Beberapa waktu sebelum pukul 04.00 WIB aku membangunkannya dengan mudah. Ternyata ia memang berniat sekali bangun pagi untuk berpuasa. Aku sengaja memilih tak bertanya apapun agar ia mampu menuntaskan urusannya saat sahur sendiri.

Jelang berbuka, aku bertanya padanya terkait niatannya berpuasa. Lalu ia menjawab ia bernazar untuk melakukan puasa selama beberapa hari. Ia niatkan puasanya agar Allah memberikan perlindungan dan keselamatan kepada sang Ayah yang sedang keluar kota. Selain itu ia berharap agar Allah memudahkan dirinya berubah menjadi lebih baik, melembutkan hatinya dan menjauhkan ia dari hal buruk yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Aku terharu mendengar tulus niatannya. Remaja pra baligh ini memiliki harapan dan cinta yang luar biasa untuk ayahnya.





Puisi Cinta Hari Ayah


Seorang ayah tersengat listrik lalu sebagian tubuhnya terbakar saat bekerja mengecat tiang Billboard. Seorang ayah itu adalah tetangga dekat rumahku. Aku begitu trenyuh merasakan manakala putranya menanti kepulangan ayahnya bekerja tanpa nyawa.

Aku ingat ayahku.
Ia juga berjuang, menjadi pahlawan bagi bunda dan kami, 8 anaknya.
Setiap ayah pergi, aku terus berdoa agar ayah kembali dari perjuangannya mencari nafkah lengkap dengan senyuman dan pelukan buat kami semua.

Ayahku yang penyayang membuat aku bangga dan bertekad suatu hari nanti aku bisa memerankan sosok ayah yang baik buat keluargaku kelak.

Ayah, jangan lelah ya menjadi pahlawan bagi kami semua

Ayah, aku senang ayah bisa selalu hadir dekat di hati kami

Ayah, terus semangat yaa

Ayah, aku sayang Ayah

(Koor) kami semua sayang ayah.

Selamat Hari Ayah


Ya Allah, selamatkan ayah saat ia memperjuangkan kami sebagai amanahMu

14 komentar untuk "Cinta di Hari Ayah"

  1. Jd teringat ayah :") ayah tuh meskipun lelah tp begitu pandai tak menunjukan pd anak-anaknya, pdhl berjuang sepenuh tenaganya mencari rezeki yg halal utk keluarga. Semoga para ayah selalu diberikan kesehatan dan keselamatan, doa dr keluarga pastinya selalu menyertai.

    BalasHapus
  2. Inalillahi wa innailaihi rojiun, ya ampun mbak aku bacanya merinding. Semoga alm tetangganya yg tersengat listrik mendapat tempat terindahNya. Aamiib
    Btw, aku baru pernah mendengar istilah Indonesia Negeri Tanpa Ayah nih. Kudu banget para ayah menerapkan tips di atas

    BalasHapus
  3. Betapa miris ceritanya. Seorang ayah berjuang mencari nafkah buat keluarga. Bahkan terkadang kerjaan yang besar risikonya. Harusnya pekerjaan semacam itu ada alat perlindungan dan SOPnya lho. Dan kalau ada kecelakaan kerja itu harusnya yang memberi kerja tanpa perlindungan bisa dimintai tanggung jawab. Semoga keluarganya diberi kekuatan.

    BalasHapus
  4. Peran ayah dalam keluarga memang memberikan arti tersendiri ya. Gak hanya sebagai tulang punggung tapi sebagai sumber kebahagiaan buat istri dan anak2nya. Semoga suami saya pun juga seperti itu, aamiin :)

    BalasHapus
  5. Innalillahi wainna ilaihi rajiuun. Turut berduka cita atas hilangnya tokoh utama dari hidup seorang anak. Tak terbayang hancurnya perasaan sang anak. Insyaallah dia akan menjadi anak yang kuat.

    BalasHapus
  6. Setiap baca perjuangan seorang ayah menjemput rezeki itu jadi inget suami sendiri
    Perjalanan bolak-balik dari rumah ke ibu kota terus nyampe rumah udah pasti capek banget
    Tapi selalu diusahakan kalau weekend main sama anak biar ga ikut jadi father less country

    BalasHapus
  7. Aku selalu melow kalau ngomongin sosok ayah. Pengen nulis tentang ayah di blogku, tapi gak pernah kuat untuk nulis. Pasti mewek duluan
    Bapakku meninggal tahun lalu, karena covid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Turut berdukacita ya kak. Semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah

      Hapus
  8. Kadang kita lupa bahwa peran ayah penting bagi perkembangan anak. Jadi ingat sama suamiku yang sedang berusaha punya quality time bareng anak. Walau tiap hari kerja PP Bekasi-Jakarta.

    BalasHapus
  9. Ayaah itu bagi saya banyak hal positif barengan ayah sejak kecil...suka kuncirin baju, nyuciin baju 6 (maklum ibu tkw) gusti yenj

    BalasHapus
  10. Jadi mewek pas tau ceritanya ya. Anak 3 berderet itu selalu ramah kalo belanja. Si Emak sebenarnya sering sakit-sakitan. Makanya mereka bertiga lebih sering belanja ketimbang emaknya.

    BalasHapus
  11. Aamiin ... semoga Allah menjaga para ayah yang keluar rumahnya untuk berjihad dalam menafkahi keluarganya.

    BalasHapus
  12. Jadi teringat Ayah di Medan... Kemarin saat hari ayah, Alfie hubungi Ayah. Rasanya pengen balik ke Medan deh.

    Btw Indonesia ini negeri tanpa ayah yang tinggi.

    BalasHapus
  13. Rasanya kalau sudah berbicara tentang ayah, sedih sekali rasanya, kepergiannya menyisakan luka yang mendalam padahal sudah hampir 5 tahun, Selamat Hari Ayah, semoga ayah-ayah hebat di dunia ini selalu dalam lindungannya dan diberikan kekuatan

    BalasHapus