Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pompa ASI dan ibu menyusui


Menyusui adalah pilihan bagi bunda sebagai perwujudan kasih sayang pada ananda. Sayangnya menyusui merupakan momentum singkat yang tidak bisa diulang lagi saat si kesayangan sudah beranjak besar. Hanya enam bulan saja dan bisa dilanjutkan hingga sang kesayangan berusia dua tahun. Cukup singkat bukan? Masa-masa menyusui adalah masa dimana bunda bisa membentuk kehangatan dan bonding dengan ananda sambil mengenang perjuangan saat hamil dan melahirkan. Betapa harunya mengingat bunda dan juga ananda sama-sama berjuang untuk menuntaskan kerinduan selama sembilan bulan yang akhirnya hadir dalam gendongan dan dekapan.
Perjuangan setelah bayi mendarat sempurna adalah salah satu kemenangan awal yang berlanjut pada perjuangan membesarkan ananda dengan cinta. Saat bunda memutuskan untuk memberikan asi sebagai perwujudan cinta terbaik maka bunda pun harus memahami tentang seluk-beluk ASI.

Seberapa penting pompa ASI bagi ibu menyusui?

Seperti yang kita fahami bahwa pada prinsipnya produksi ASI adalah on demand. Artinya ASI akan terus berproduksi sesuai permintaan. Semakin sering payudara kosong maka semakin banyak ASI akan dihasilkan. 
Saat bunda di fase trimester akhir kehamilan ASI mulai terbentuk untuk siap berproduksi. Memang jumlahnya masih sedikit dan masih berbentuk kolostrum di awal-awal pasca bersalin. Itulah mengapa dianjurkan bayi mendapatkan inisiasi menyusui dini (IMD) untuk merangsang produksi ASI agar lancar dan cepat berproduksi. Di awal kehidupan baru sang bayi, ia masih mampu bertahan hingga dua atau tiga hari tidak mendapatkan ASI sembari sang Ibu mengupayakan untuk menstimulasi produksi ASI. Semakin cepat terstimulasi, semakin cepat ASI lancar keluar dan bayi pun terhidrasi dengan baik.
Di awal kelahiran Baby Arsa, Alhamdulillah bunda pun melalui momen IMD dengan lancar. ASI cepat keluar dan produksi ASI cukup baik. Sayangnya, Baby Arsa ternyata masih kesulitan menyusu dengan benar. Setiap kali menyusu, baby Arsa tidak mampu melakukan perlekatan (latch on) sehingga posisi mulut terus jatuh ke puting. Saat itu ASI terus berproduksi sehingga payudara bunda menjadi penuh dan mulai mengeras. Namun ternyata baby Arsa belum mampu untuk mengosongkan payudara saat ASI. Awalnya bunda membiarkan kondisi tersebut sambil terus mengajarkan ia menyusu dengan benar. Setelah menyadari ternyata frekuensi buang air kecil baby Arsa sangat kurang dari jumlah yang normal ditambah warna urine yang sangat pekat akhirnya bunda memutuskan untuk memerah ASI sembari meminumkan setelah ia usai menyusu.

Asi perah www.jejakbunda.com
Asi perah pertama

Bayi yang diberikan ASI perah sebaiknya menghindari penggunaan botol dot untuk menghindari bayi mengalami bingung puting. Bunda bisa menggunakan media seperti sendok, cup Feeder, medicine feeder ataupun spuit. Cup Feeder adalah rekomendasi yang banyak disarankan oleh dokter anak dan konselor laktasi.

Spuit ASI
Baby Arsa dan spuit

Bunda bisa memerah ASI dengan tangan yang bersih dan wadah untuk menampung ASI. Untuk kondisi payudara yang terlanjur sudah mengeras karena banyaknya produksi ASI maka perlu diberikan kompres air hangat dan juga pijatan di area payudara agar tidak ada sumbatan pada kelenjar ASI dan ASI bisa keluar dengan lancar.

Tips meningkatkan jumlah ASI perah

  • Memaksimalkan produksi dengan memerah ASI hingga payudara kosong
  • Konsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI
  • Tingkatkan frekuensi menyusui secara rutin dan teratur
  • Minum air putih yang cukup
  • Tetap upayakan untuk menyusui secara langsung 
  • Hindari stress dan kelelahan
Bagi bunda yang baru memiliki anak tentunya memerah ASI merupakan pengalaman pertama yang bisa dikatakan tidak mudah. Namun metode memerah ASI secara langsung dengan tangan (marmet) bisa dipelajari teknik nya dan cukup simpel karena tidak memerlukan peralatan yang banyak dan juga ekonomis dari segi finansial. Hanya saja, untuk memudahkan proses memerah ASI tidak ada salahnya bila bunda mencoba menggunakan bantuan pompa ASI agar lebih efisien.

Pompa ASI ada dua jenis
  1. Pompa ASI manual
  2. Pompa ASI elektrik
Keduanya memiliki sisi keunggulan masing-masing. Untuk pompa ASI manual harganya lebih ekonomis dibandingkan dengan pompa ASI elektrik. Bagi bunda yang memiliki waktu yang lebih fleksibel dan kebutuhan memompa dengan intensitas yang tidak terlalu sering maka ada baiknya untuk mempertimbangkan untuk memilih pompa manual.
Namun bila kebutuhan akan ASI perah banyak untuk stok karena ibu bekerja dan tidak bisa selalu bersama bayi maka disarankan memilih pompa ASI elektrik.
Pompa asi elektrik pun memiliki beberapa pilihan. Ada yang single pump dan ada pula yang dual pump. Bunda dapat mempertimbangkan untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan bunda dan bayi.
Beberapa kali memiliki bayi, saya pun sempat beberapa kali membeli pompa ASI. Pernah membeli yang manual maupun yang elektrik. Ada banyak pilihan merek dan juga keunggulan dari masing-masing pompa. Pernah juga merasa kecewa dengan pompa yang dibeli karena spesifikasi yang ditawarkan ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Enaknya sih mencoba langsung pompa yang diinginkan agar yakin menentukan pilihan saat benar-benar membeli dan memiliki pompa ASI sendiri.

Keuntungan menggunakan jasa rental pompa ASI :

  1. Bisa mencoba langsung pompa yang diinginkan sebelum memutuskan untuk memiliki pompa pribadi
  2. Bunda bisa mengkomparasi beberapa merek pompa tanpa harus membeli langsung pompa tersebut
  3. Lebih ekonomis karena dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan
  4. Tidak repot menyimpan alat apalagi bila tidak memerlukan penggunaan pompa di waktu yang akan datang
  5. Bisa update mencoba pompa yang sedang hits dan trend

Mengenal Rental Breastpump Medan

Rental Breastpump Medan



Saya terlambat mengenal Rental Breastpump ini. Setelah memiliki bayi keenam yang lahir di sekitar tahun 2018 saya baru mengenal lewat Instagram saat hendak mencari suplemen booster ASI. Kelebihan rental breastpump ini dibandingkan dengan beberapa rental breastpump lainnya yang saya kenal di Medan adalah adanya pemisahan pompa yang dikhususkan untuk penyewa muslim dan non muslim. Jenis mesin pompa yang disediakan juga cukup banyak pilihan dan berkualitas baik. Rental ini juga selalu update terhadap mesin pompa baru yang sedang trend di kalangan ibu-ibu electric pumping.
Rental Breastpump Medan


Nadya Ratna Sari, memulai bisnis rental pompa ASI di tahun 2014. Awalnya ia mengalami kesulitan menemukan pompa yang sesuai namun untuk icip-icip mesin pompa belum ada rental breastpump di Medan. Ia sempat menyewa hingga ke luar pulau dengan biaya deposit yang cukup tinggi. Melihat peluang rental pompa asi cukup prospektif karena masih minim di Medan, ia pun optimis memulai terobosan sebagai rental breastpump pertama di Medan. Berlokasi di area perumahan Johor Indah Permai namun basicnya adalah online shop sehingga tidak melayani kunjungan langsung. Owner yang ramah ini juga asik untuk sharing masalah menyusui. Selain menyediakan beberapa unit pompa ASI, Rental Breastpump Medan juga menyediakan penyewaan slow cooker untuk memudahkan menyiapkan MPASI rumahan, steam blender, sterilizer, dan juga menjual suplemen vitamin dan Snack untuk booster ASI. Biasanya setiap penyewaan pompa ASI, ada  bonus berupa kantong  ASIP ataupun  minuman booster ASI. 
Teknis penyewaan alat di Rental Breastpump Medan cukup simpel. Penyewa terlebih dahulu memahami syarat dan ketentuan sebelum meminjam alat dan menentukan pilihan alat yang ingin disewa. Setelah menyepakati kontrak sewa menyewa lewat akad tertulis, kurir mengantarkan alat yang disewa kepada customer bersama dengan surat perjanjian sewa.
Untuk ibu yang sedang di trimester akhir kehamilan dan sudah menunggu hari H persalinan tiba, ada baiknya menyiapkan beberapa hari sebelum waktunya bersalin jika memang memutuskan untuk menggunakan pompa ASI. Sambil menunggu waktu bersalin tiba, ibu bisa mengenal kinerja pompa ASI nya, merakit pemasangan pompa atau sekedar mencoba langsung agar tidak kaget dan kesulitan sewaktu mengoperasikan alat secara tiba-tiba. 
Selamat memilih pompa ASI yang pas di hati ya bunda and happy breastfeeding.

23 komentar untuk "Pompa ASI dan ibu menyusui"

  1. Wow asyik banget bisa icip mesin pompa tanpa harus beli. Jadi juga gak mubazir ya.. siap pake gak ada barang yang harus disimpan di rumah. Gak menyemak di rumah .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, betul bangettt.
      Apalagi kalo anak udah bisa direct breastfeeding kan

      Hapus
  2. Selama ini taunya pakai dot. Ternyata lebih baik pakai sendok dari pada dot ya, kak.

    Kalau kakak baru tau sekarang, Alfie juga baru tau. Dan mungkin bisa jadi ilmu untuk ke depannya nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih direkomendasikan pake cup Feeder sebenarnya bang.

      Hehe, moga bermanfaat ya

      Hapus
  3. Yah baru tau ada penyewaan alat pompa asi di medan, dan juga ternyata terlambat utk oza minum susu skrg ini masih pake dot, mudah2an nanti bisa lepas dot nyoba pake gelas aja. Thanks info nya kk sis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, sama.. terlambat tau juga.
      Padahal udah lama banget. Sejak 2015

      Hapus
  4. Wah keren ini kak. Baru tahu kalau di Medan sudah rental pompa Asi, lebih praktis dan hemat ya jadi gak mubazir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak. Jadinya gak ada barang mubazir karena gak tepake. Rasanya ini pilihan yang sangat praktis dan juga lebih hemat.

      Hapus
  5. Rasyid kemarin sempat seminggu di rawat inap NICU. aku berusaha untuk tetap kasih ASI. Aku pake pompa Elektrik kak. Alhamdulillah setelah Rasyid keluar, ASIku udah deras dan dia bisa nyusu langsung sampai sekarang. jadinya poompanya gak kepake. Coba ada rental pompa ASI, aku kan bisa sewa aja. Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Pekanbaru belum ada ya Dy?
      Rental breastpump Medan bisa juga sih peminjaman di luar Medan. Tapi ada ketentuan berlaku

      Hapus
  6. Baru tau ada rental pompa asi, kalau ada yang elektrik akan lebih memudahkan ya, inget dulu cuma punya yang manual pegel banget mompanya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, inget masa-masa ngengkol dulu pas anak pertama ya kak iid.
      Tangan pegel, ditambah hasil asi perah gak banyak. Bikin tambah badmood

      Hapus
  7. Saya dulu sempat pakai yang manual.
    Tapi sebentar saja sih. Gak nyaman juga pake pompa asi.
    itu dipake gegara udah bengkak, tapi anaknya masih bobok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dipakai Arsa itu untuk minum susu apa bunsis namanya?
      kayak jarum suntik hehehehe

      Hapus
    2. Pake spuit itu Bun,
      Karena cup Feeder nya belum dicuci

      Hapus
    3. Iya, beberapa pompa ASI mmg ada yang bikin gak nyaman

      Hapus
  8. Alternatif agar bayi gak bingung puting bisa memberikan ASI lewat spuit ya Shischa... nah kakak belom pernah nih, seringnya cm disendokin hihi... spuit pernahnya cm untuk minum obat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih direkomendasikan menggunakan cuo Feeder kak Mia. Tapi kalo pun pake sendok atau spuit lebih nyaman, silakan aja. Dari pada pake botol dot

      Hapus
  9. Aku belum pernah pakai pompa ASI elektrik..zaman aku menyusui dulu belum ada ini ...ada yang manual saja. Dan ternyata manfaat breastpumping banyak ya, bisa disimpan dan nanti diberikan ke bayi, atau jadi donor ASI. Dulu sampai kebuang-buang karena ga tahu akan hal ini
    Dan adanya penyewaan pompa ASI begini membantu sekali, karena ga perlu beli kita bisa pakai saat perlu dengan sewa kan ya...Wah, kebayang makin dimudahkan Busui sekarang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,
      Teknologi mempermudah ya untuk para bayi diberikan hak nya akan asi.
      Kebayang zaman dulu bangettt, belum ada pompa, belum ada konselor laktasi, para ibu kebingungan dan akhirnya bayi diberikan alternatif makanan bukan ASI

      Hapus
  10. suka salut sama ibu yg pnya kelebihan ASI berlebih dan ternyata bnyk yg didonasikan ya . Jdinya pakai pompa asi nih pastinya membantu banget ya mbak buat saving ASI

    BalasHapus
  11. Aku dulu juga sempat nyewa breastpump waktu anak kedua lahir. Tapi karena produksi ASI ku ternyata cuma cukup untuk direct feeding aja, akhirnya sewanya nggak kulanjutin.

    Salut deh sama para ibu yang punya produksi ASI berlebih dan bisa berdonasi, sepupuku termasuk yang mendapat manfaat dari orang yang berdonasi ASI, jadi anaknya bisa tetap minum ASI.

    BalasHapus
  12. Saya enggak pernah pakai pompa ASI
    Bahkan yang manual sekalipun
    Alhamdulillah meskipun butuh waktu, ASI tetap lancar

    BalasHapus