Tauco Homemade Halal dan Sehat Buatan Bunda

Mommies, peningkatan frekuensi makan dan ngemil agaknya menjadi salah satu dampak work from home atau pun school from home ya. Emak jadi sering melakukan kunjungan intensif ke ruang dapur sekedar mengolah makanan, menghangatkan ataupun memindahkan makanan hasil berburu makanan online ke piring-piring. Selama masa pandemi ini, banyak ibu-ibu yang meningkat kreativitasnya dari sekedar bikin camilan hingga menjadi salah satu upaya meningkatkan income keluarga. Ada yang versi frozen food, ada juga makanan siap saji. Kreativitas para ibu memang perlu diapresiasi karena selain meningkatkan tambahan penghasilan keluarga, ibu juga lebih tenang memberikan sajian yang halal dan bermutu buat orang-orang tersayang.

Ah, saya pun  satu begitu. Ada kelegaan tersendiri bisa menyajikan makanan halal dan tentunya sehat buat keluarga. Untuk alasan halal, tentunya adalah bagian dari pemahaman sebagai seorang muslimah. Dan sehat merupakan tuntutan dari tanggung jawab dan profesionalitas sebagai seorang penanggungjawab urusan perut dalam keluarga. Terkadang, jalan ninja yang panjang dan berkelok pun rela dilakukan untuk mewujudkannya.




Salah satu makanan yang sering saya hidangkan paling tidak sepekan sekali di rumah adalah olahan yang ditambahkan bumbu tauco. Makanan hasil fermentasi ini memiliki bau khas dan rasa asin gurih yang sangat lezat bila ditambahkan ke jenis makanan tertentu. Seperti tumisan, sambal dan makanan berkuah.

Tauco adalah hidangan makanan yang berasal dari biji kedelai yang direbus, lalu di fermentasi hingga muncul kapang lalu di fermentasi kembali dengan penggaraman, penjemuran lalu dalam kurun waktu tertentu mengeluarkan aroma khas dan dimasak kembali hingga kedelai yang berubah menjadi tauco ini awet bertahun-tahun.

Tauco di tiap daerah bisa saja berbeda. Ada yang memiliki rasa asin ada juga cenderung manis. Tauco juga terkadang berbeda dari segi jenis kedelai. Ada yang menggunakan kedelai putih dan kuning untuk proses pembuatannya, contohnya di negara Indonesia. Sementara di Jepang, tauco menggunakan kedelai hitam. Atau kita sering menyebutnya tausi atau taosi. Ada pula jenis tauco yang teksturnya basah dan juga ada yang cenderung kering.

Sejarah tauco di Indonesia

Daerah yang terkenal dengan tauconya yang khas di Indonesia salah satunya adalah kota Cianjur. Konon makanan ini dibawa oleh pasangan suami istri Tan Mei Han dan Tjoa Kim Nio di tahun 1880-an. Namun literatur menyebutkan sebenarnya penemuan fermentasi kedelai ini sudah ada pada masa sebelum dinasti Chou 722-482 SM bahwasanya selain daging dan ikan, kedelai yang difermentasi dengan air garam ataupun cuka beras mampu menghasilkan proses pemecahan senyawa protein asam amino dan bisa disimpan dalam waktu yang lama.

Pada prinsipnya proses pembuatan tauco ini hampir sama dengan proses pembuatan kecap. Bedanya pada proses fermentasi kecap, yang digunakan adalah sari hasil fermentasi kedelai. Sementara pada tauco yang diambil adalah kedelai hasil fermentasi. Walaupun tauco cukup terkenal, belum ada studi khusus dan penelitiannya. Namun tauco yang dipercaya dapat merangsang selera makan memiliki nilai gizinya tertentu seperti karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, vitamin B, vitamin C dan zat besi.

Proses pembuatan tauco cukup panjang. Untuk menghasilkan tauco yang gurih dan enak kedelai terlebih dahulu dijemur beberapa lama untuk mengurangi kadar air di dalam kedelai. Lalu kedelai pilihan ini dimasak dan difermentasi hingga munculnya kapang. Setelah beberapa hari proses tumbuhnya kapang ini, kedelai dihancurkan lalu diberikan penambahan tepung dan mulai di fermentasi kembali dengan penggaraman dengan waktu minimal tiga minggu atau hingga munculnya perubahan warna dan bau pada fermentasi kedelai ini. Lalu diproses kembali dengan penambahan gula aren lewat proses masak.

Yuk kita buat tauco

Bahan
✓ kedelai kuning 500gram
✓ Tepung ketan 25 gram
✓ Tepung Beras 25 gram
✓ Gula aren 125 gram atau boleh ditambahkan sesuai selera
✓ Ragi tempe 25 gram
✓ Garam krosok/ non yodium 200gram
✓ Air 1 liter

Step pembuatan tauco

  • Pilih  kedelai yang berkualitas baik dan pisahkan dari ranting dan kedelai yang busuk.
Masih bercampur dan belum dipilih

Kedelai yang tidak digunakan


  • Bersihkan kedelai dengan dicuci menggunakan air yang bersih lalu jemur kedelai untuk mengurangi kadar air yang ada pada kedelai.
  • Rendam kedelai dengan air panas selama lima menit lalu rendam kembali dalam air dingin selama 12 jam.


  • Kupas kulit kedelai hingga kedelai menjadi kepingan biji kedelai.
  • Rebus kedelai selama dua jam lalu dinginkan dan tiriskan hingga kedelai kering.
  • Sisihkan kedelai dalam wadah.
  • Sangrai tepung beras dan tepung ketan hingga berwarna kekuningan.
  • Setelah kering, campurkan dengan ragi tempe dan aduk rata.
  • Campurkan dengan kedelai lalu tempatkan pada wadah tertutup hingga tiga hari.
  • Setelah kedelai muncul jamur yang merata pisahkan hingga berbentuk butiran tanpa gumpalan lalu jemur kembali hingga kedelai kering dan berubah warna.
  • Larutkan garam dengan air lalu masukkan kedelai yang sudah kering kedalam air garam (proses fermentasi kedua/ penggaraman).
  • Peram kedelai tersebut dalam wadah tertutup selama minimal 3 pekan.
  • Pemeraman boleh hingga maksimal dua bulan agar aroma khas muncul.
  • Pemeraman sebaiknya didalam wadah seperti guci, gerabah,kendi atau toples kaca dan berikan alas agar tidak terjadi kelembaban pada wadah peram dan tanah.
Hasil pemeraman selama sebulan


  • Selama proses pemeraman ini, tutup kedelai sesekali dibuka untuk diaduk kembali dan juga fungsinya untuk menangkap oksigen dan bakteri baik yang menunjang proses fermentasi.
  • Wadah pemeraman sebaiknya dijemur agar bakteri yang merugikan terhambat tumbuh.
  • Gunakan sendok aduk yang kering dan bersih agar tidak terjadi proses kontaminasi.
  • Setelah kurun waktu yang ditentukan, masak kedelai hasil pemeraman dengan penambahan gula aren hingga kekentalan yang diinginkan.


  • Masukkan dalam wadah yang sudah dilakukan proses sterilisasi.
  • Tauco sudah jadi dan bisa digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan. Upayakan agar tauco disimpan di dalam kulkas agar umur simpan lebih panjang mengingat tauco tidak diberikan pengawet.
Nah mommies, seru kan proses pembuatan tauco Homemade ini. Proses pembuatan yang panjang terkadang menjadi tantangan tersendiri dalam menghasilkan olahan yang halal dan menenangkan. Apalagi untuk disantap oleh orang-orang tersayang.




Yuk dicoba resepnya. Share hasil tauco homemade buatan mommies juga boleh sekali. Bilamana ada yang perlu didiskusikan, mari kita bicarakan lebih dekat lagi.








19 Komentar

  1. Semua bisa dibikin Mbak Shisca ini ...keren!!
    Tau ga aku baru makan tauco saat tinggal di Pangkalan Brandan ..sebelumnya gatau, karena di kampungku di Kediri ga mengenalnya.
    Dan langsung merasa kalau ini enaaaak...dan ketagihan makanan yang dikasih tauco. Sayang suamiku ga mau. Jadi waktu itu kalau pengin ini dimasakin sama Wak yang bantu aku momong anak. Ya ampun jadi kangen
    Ternyata bikinnya ribet juga ya...tapi kalau homemade pasti istimewa rasanya!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ternyata pernah tinggal di Sumatera Utara juga ya Mba Dian.
      Saya malahan asli sumatera Utara tapi belum pernah ke pangkalan Brandan.

      Iya, memang lumayan ribet ya kalo dipikir-pikir.

      Tapi, jadi berbunga-bunga dan lupa letihnya saat jadi kesukaan keluarga

      Hapus
  2. Hebat ikh mba. Rajin bikin tauco sendiri. Aku masak bubur kacang ijo aja menurut aku ribet, apalagi kalau aku disuruh masak tauco ini hihihi 😂 *keliatan ya mba aku ga jago masaknya. Tapi aku setuju ikh tauco itu bisa bikin makanan makin enak. Aku suka tauco yang asin atu yang gurih gitu mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaah, cerita bubur kacang ijo aku jadi inget kejadian dua hari setelah aku nikah mba.
      Aku bener2 belum pernah turun ke dapur saat masih single.
      Dan yang bikin ngakak, aku bikinin burjo yang masih keras buat sarapan suami.
      Karena main cemplung semua bahan di awal. Ternyata harus bertahap ya.

      Sama mba, aku juga suka yang asin

      Hapus
  3. Passion Mbak Sischa ini memang di bidang kuliner. Sangat kreatif. kemarin saya juga baca soal memanfaatkan nasi yang tak habis. Bisa dibuat beragam makanan, dari nasi goreng, bola-bola nasi, pizza nasi, sampai gendar.

    Dan saya termasuk yang suka tauco, Mbak. Hanya yang agak manis. kan ada yanga asin juga. itu saya pakai timun saja sudah mantap hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru ngeh ternyata menyukai masak setelah 8 tahun pernikahan mas, ha-ha-ha.


      Di Medan ada juga jenis tauco asin dan tauco manis mas Bams.

      Hapus
  4. Waaah, aku bisa setelaten ini nggak ya bikin tauco sendiri? Duh, langkah-langkahnya panjang soalnya, hahaha ... Wis, Mbaknya buka usaha tauco home made aja nanti aku yang beli.

    Dulu aku nggak suka tauco. Mungkin ketemu yang nggak enak, ya. Lain waktu ketemu tauco enak. Lezat banget dimasak bareng kangkung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo untuk olahan makanan kayaknya aku termasuk yang tabah melewati jalan ninja yang berkelok dan panjang Mba. Hihihi

      Kalo untuk menjahit dan nyetrika kayaknya harus ngumpulin ekstra effort dan good mood.

      Wah iya, tauco kangkung enak mba. Saya juga suka

      Hapus
  5. Mbak Sisxa kereeennn, di saat org org milih produk jadi dipasaran, mbak sisca bikin sendiri. Ibuku salah satu penggemar tauco, tapi kami ga peenah bikin sendiri. Nwxt timw harus bgtbsih nyoba bikin ngikutin step2 ya mbak sisca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk mba dicobain.
      Rasanya gurih dan aromanya segar.

      Hapus
  6. Hmm melihat kemasannya tauco ini kk serasa mau noco lah besok hehe... Cabe hijo nya dah ada ni, tinggal beli udang, kacang panjang dan tahu keringnya nih yummie...

    BalasHapus
  7. Hayuklah produksi. Biar aku yang jadi team promonya.. tinggal cari packaging aja nih ya..

    BalasHapus
  8. Wah bikin tauco sendiri... Keren bunda satu ini. Saya malah baru tau ada tauco ini ya disini, sejak tinggal di depok ini. Karena ketika tinggal di Jawa Tengah gak pernah nemuin... Tapi saya jadi kurang suka karena belum akrab dengan lidah saya aja kali yaa hehe

    BalasHapus
  9. MasyaAllah, keren banget kak sis ini bisa bikin tauco sendiri. Bisalah jadi peluang usaha tuh.

    BalasHapus
  10. Ternyata bisa juga ya ka kita buat tauco sendiri, biar lebih aman dan sehat, gak kebayang sulitnya kalo bikin tauco sendiri ya ka

    BalasHapus
  11. Kak shis memang pinter banget bikin olahan kedelai ini ya, kmaren tempe sekarang tauco, jadi pengen kali lah coba tauco buatan kk ni :)

    BalasHapus
  12. Keren ih bunsis ini. Rajin banget buat tauco sendiri. Saya barisan penikmat masakan dengan tauco. Asin gurih gimanaaaa gitu biarpun nggak pake penyedap tambahan. Kalo tauconya dijual, boleh lah saya pesen ke kakak,, hehe..

    BalasHapus
  13. mantappp chef siska 2 ini bisa open order kak 😂

    BalasHapus
  14. Tauco homemade ini bagus kali dimiliki di rumah ya, terbayang tauco buatan antah berantah hiyy ngeri hehe... isunya kan gitu dulu ya... tercampur thh. Tp kl buatan Shisca trusted lah insyaallah, mantul

    BalasHapus