Puting lecet hingga mastitis pada ibu menyusui

Drama puting lecet hingga mastitis pada ibu menyusui adalah salah satu drama yang tidak akan terlewati dari kisah meng-ASI-hi. Drama ini bisa jadi lebih menguras air mata para emak secara emosional dibandingkan adegan drama film paling bombastis lainnya. Mulai dari lecet ringan di fase awal menyusui bayi setelah dilahirkan maupun lecet berat hingga mengalami mastitis payudara.

Sepanjang proses meng-ASI-hi selama tujuh kali saya pun termasuk menikmati proses panjang drama ini. Perdana merasakan cracking pada puting adalah saat memiliki putri pertama. Alhamdulillah lecet yang terjadi tergolong ringan. Putri saya, Yumna adalah cucu pertama di keluarga besar dari pihak saya. Tidak banyak informasi yang mampu saya gali saat itu mengenai penanganan luka lecet pada puting. Dan Alhamdulillah sekali lagi, lecet yang terjadi pun bukan disebabkan karena permasalahan kesulitan menyusui pada bayi ataupun kurangnya perlekatan saat menyusu. Saya sempat mengalami demam karena gentong ASI full-tank namun si bayi masih sedikit sekali kebutuhan minum nya. Syukurnya saya tidak sempat mengalami mastitis karena rutin memerah ASI lewat sentuhan pijatan sisir rambut dan juga alat pumping. Alhamdulillah setelah isi gentong berhasil dikuras, terasa lega karena demam dan meriang langsung reda.

Mastitis kedua terjadi saat proses meng-ASI-hi putri ketiga. Saat itu usianya sudah sekitar 14 bulan. Diduga awalnya terjadi mastitis lewat bakteri yang berkembang pada puting yang mengalami luka terbuka sehingga menginfeksi area puting. Tak hanya terjadi pembengkakan disertai pengerasan pada payudara, muncul juga milk blister dan benjolan kebiruan di beberapa area pada payudara. Rasa nyeri dan panas pada payudara serta pembengkakan pada kelenjar limfa di ketiak membuat rasa tidak nyaman dan nyeri yang tidak terucap lagi lewat kata-kata. Pedih dan nyeri yang terasa gak ada akhlaknya ini mendorong suami membawa saya berobat lebih intensif ke dokter spesialis.  Mengingat usia si kecil sudah lebih dari satu tahun, saat itu kami menyetujui tindakan dokter untuk memutus saluran kelenjar ASI agar tidak sampai terjadi komplikasi seperti abses payudara karena mastitis. Alhamdulillah tahapan ini dilakukan setelah dokter melakukan pemeriksaan USG pada payudara dan hasilnya tidak ada tumor pada benjolan yang muncul di payudara.

Pengalaman ketiga sebenarnya tidak tergolong pada mastitis. Saya mengalami puting lecet keliling saat meng-ASI-hi putra kelima. Kasus yang terjadi karena ankyloglossia atau Tonge Tie serta Lip tie pada si bayi. insyaaAllah tentang ini akan saya ceritakan lebih khusus karena saya dan si bayi pun mengalami penanganan khusus.

Pengalaman keempat terjadi baru-baru ini pada putri ketujuh kami. Awalnya tidak ada masalah terjadi pada proses menyusui bayi. Bermula karena kenaikan berat badan bayi sangat rendah di bulan pertama kelahirannya, ditambah terjadi nyeri dan lecet pada puting membuat saya akhirnya berkonsultasi lewat chatting dengan seorang teman yang pegiat ASI dari AIMI Medan. Ia -yang mengetahui kisah frenotomi putra kelima kami- menduga kecilnya pertambahan berat badan pada Baby Jenna disebabkan karena Tongue Tie seperti sang Abang. Saya sempat paranoid mengingat lelahnya perjuangan meng-ASI-hi saat itu akhirnya meminta rekomendasi dokter anak yang juga konselor ASI. Alhamdulillah, kami bertemu juga dengan Bu dokter cantik dan Alhamdulillah sekali lagi bahwasanya anatomi lidah dan mulut cukup baik. Dan saat di palpasi tidak ada tali lidah yang mengganggu proses menyusui, begitu pun dengan bibirnya. Hanya butuh banyak oral motor exercise dan latch on untuk proses menyusui yang tepat.
Nah, gejala mastitis yang saya rasakan adalah buah dari infeksi jamur yang berada di area mulut dan langit-langit Jenna. Sehingga treatment yang diperlukan adalah membersihkan area mulut bayi dan juga mengobati luka di puting ibu untuk memberikan rasa nyaman pada saat menyusui.

Jamur pada area mulut dan Langit-langit Jenna


Di awal masa penyembuhan, ada ketakutan tersendiri saat hendak menyusui bayi. Rasa-rasanya tak hanya tangisan bayi saja yang membuat ibu sudah panik. Tapi juga proses memasukkan puting saat bayi hendak ng-ASI. Sejujurnya, saya malah menunggu anak saya benar-benar menangis dan membuka mulut selebar-lebarnya agar bisa memenuhi seluruh areola dan meminimalisir rasa sakit di area puting yang luka. Atau cara lain lagi adalah saat ia menguap.

'Dua momen yang paling diincar ibu menyusui dengan Kondisi nyeri puting adalah saat bayi membuka mulutnya lebar-lebar untuk menguap dan ketika bayi membuka mulutnya saat nangis kejer'

 Penyebab infeksi pada payudara selain adanya jamur yang menginfeksi, bisa juga akibat penumpukan asi di kelenjar payudara. Penumpukan di saluran air susu ini akhirnya menekan dan menyebabkan pembengkakan di area sekitar payudara dan menyebabkan peradangan.
Kondisi diatas bisa diperburuk lagi saat si ibu kekurangan istirahat dan kelelahan, asupan nutrisi ke ibu tidak mencukupi, penggunaan bra yang ketat dan menekan area kelenjar limfa, dan pernah mengalami peradangan sebelumnya.

Ibu menyusui harus mulai waspada bila terjadi gejala infeksi pada payudara seperti rasa nyeri dan panas di area sekitar payudara, perubahan warna kulit area infeksi yang menjadi kemerahan, suhu area payudara yang mulai meningkat, adanya pembengkakan disertai rasa nyeri apabila disentuh. Lebih mudahnya gejala infeksi ini bila disingkat menjadi, Rubor(kemerahan), Kalor (peningkatan suhu panas), Dolor( adanya bengkak), dan Fungsi Lesi( berkurangnya kemampuan atau fungsi).
Gejala lain yang dirasakan seperti kondisi saya kemarin adalah munculnya demam. Kalau saya hingga 39,5 dercel. Tubuh terasa lemah dan sesekali menggigil, pembengkakan di dekat ketiak (kelenjar getah bening) juga benjolan sumbatan asi di daerah payudara dan munculnya nanah ataupun milk blister di daerah puting.

Penanganan pada infeksi payudara

Saat awal merasakan nyeri dan rasa panas di area puting dan payudara saya tidak langsung serta merta mengunjungi klinik atau layanan kesehatan lainnya. Saya coba melakukan langkah ringan sebagai step awal untuk meminimalisir penggunaan obat-obatan.

1. Kompres dengan kol
Kol bisa digunakan sebagai kompres karena kol memiliki efek analgesik yang meredakan nyeri dan memberikan efek dingin pada payudara yang bengkak. Biasanya setelah kol dicuci, masukkan sekitar 5menit di pendingin.

2. Lembabkan area puting yang crack dengan pelembab seperti minyak zaitun ataupun cream yang bersifat emolient dan mengandung lanolin. Pilihlah yang aman bila tertelan bayi saat hendak menyusui.

3. Gunakan obat pereda rasa nyeri

4. Konsumsi antibiotik selama minimal 5 hari

5. Kompres area payudara dengan air hangat dan massage sedikit hingga ASI bisa diperah perlahan-lahan agar bengkak bisa berkurang

6. Hindari menggunakan pakaian yang ketat ataupun berbahan kasar agar tidak melukai puting yang masih lecet.

7. Tetap perah ASI dan tetap menyusui bayi di area puting yang tidak parah lukanya.

8. Bila perlu, berikan campuran antibiotik krim dan asam fusidat untuk mempercepat proses penyembuhan luka pada puting. Namun yang perlu diingat adalah bersihkan area puting dengan benar agar tidak terhisap bayi saat ASI.

9. Konsultasikan kondisi bila perlu kepada dokter spesialis

10. Perbanyak konsumsi cairan agar tubuh tetap terhidrasi.

Semoga gejala infeksi dan nyeri pada puting saat menyusui segera pulih dan proses menyusui bayi kembali normal dan lancar. Jangan sungkan untuk meminta bantuan dan dukungan dari pasangan dan orang-orang terdekat untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Keep fighting Mak. Let's strugle for direct breastfeeding.

28 Komentar

  1. Masya Allah perjuangan mengASIhi-nya beneran hebat begini...Salut!
    Meski suka sukanya banyak, tapi tetap memberikan yang terbaik untuk buah hati ya Mbak
    Aku lupa pernah mastitis ga ya...kayaknya pas anak pertama deh. Tapi karena keduanya cowok dan minum ASInya kuat jadi masalah di puting lecet aja sepertinya, bukan di bengkak parah gitu.
    Tapi, aku baru tahu kompres kalau kol memiliki efek analgesik yang bisa meredakan nyeri dan memberikan efek dingin pada payudara yang bengkak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, aku juga dapet ilmunya malah pas belum nikah. Saat itu yang memberikan saran adalah salah seorang dokter yang menangani kakak. Eh kepake ilmunya malah setelah punya anak udah kesekian. Hahaha

      Hapus
  2. Menjadi seorang ibu menurut saya merupakan anugerah terindah ya mbak. Memang akan ada sedikit "penderitaan" di saat menyusui, hamil sampai melahirkan namun itulah yang menjadikan seorang ibu sempurna. Perjuangan ibu tak akan berhenti sampai anak dewasa. Subhanallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benerlah ungkapan kasih ibu sepanjang masa ya Mba...

      Dan maha sempurna nya Allah jadikan para ibu- pemilik Rahim- memiliki rasa sayang pada anak-anaknya

      Hapus
  3. Perjuangan banget ya mbak proses memberi ASI nya.. semoga semua ananda dan bunda dalam keadaan sehat ya Amin YRA

    BalasHapus
  4. Waktu itu ngeliat mamaku menyusui adikku aja aku ngga tega. tapi mama ngga jadi marah atau kesel, malahan masih harus tetap menyusui. Memang ya kasih seorang ibu itu luar biasa:')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua atas nama cinta ya mbaaa...
      Jadi makin cinta sama ibu

      Hapus
  5. Aku baru tau ttg mastitis.. baca tulisan mom's blog jadi banyak dapat ilmu parent y meski masih single
    Baca ini juga ingat mama aku jadinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga lancar meng-ASI-hi kelak pas jadi mommy ya mba...
      Huhu, jadi inget betapa ibu kita strugle banget menyusui anak-anaknya

      Hapus
  6. Perjuangannya seorang ibu untuk mengASIhi emang hebat banget yah. Aku juga ngalami Masya Allah sakitnya puting lecet tuh. Walaupun begitu tetep haru s menyusui. Nikmat banget deh rasanya hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perih-perih enyoy, tapi tetep semangat dan optimis tentunya

      Hapus
  7. Masyaa Allah... Aku juga pernah ngalamin semua yang mom ceritain. Berat banget masa masa 2 tahun yang lalu. Alhamdulillah kita kuat kita hebat berhasil ngelewatin itu semua ya mom... Semoga busui di luar sana semakin semangat mengASIhi

    BalasHapus
  8. Baru anak ketiga ini mbak, saya merasakan nikmatnya mastitis. DUH! Jian, sampai menggigil padahal tidak sedang diguyur es atau di kutub. Pengen nangis saat itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Pengen nangis gerung-gerung rasane Yo Mba pas awake menggigil. Huhuhu

      Hapus
  9. duh kebayang rasanya itu gmn ya kak sis. blm lg lecet trs si jenna ada jamur gitu huuu smoga lekas membaik ya kak. semangat trs mengASIhi 💙

    BalasHapus
  10. Sayur kol... Sayur kol...
    Makan daging, ehhhh mastitis kuinget sayur kol.

    Pas masukin mulut anak ke puting itu rasanya kayak harimau mau gigit.

    Alhamdulillah drama-drama begitu cuma di Hishshah saja.
    Tapi paket komplit .
    Mastitis pernah, milk blister juga pernah.

    Indahnya perjuangan mamak ngASI..

    BalasHapus
  11. Ya Allah kak, awak kira udah ketujuh, yang mulus mulus aja perjalanan kaka mengASIhi ternyata banyak drama ya kak, dan jadi ilmu juga buat awak ❤️

    BalasHapus
  12. Jadi ingat masa menyusui dulu, saat puting jadi bahan percobaan gigi anak..😅👋

    BalasHapus
  13. Hehe, geli saya bacanya. Saya serahkan pada istri saya saja ya. Doakan kami cepat dapat baby hehe

    BalasHapus
  14. Keciannya baby Jenna, mulutnya terluka.
    Eh emaknya kecian jugak denk.

    Tak kirain kalo dah pengalaman 6 anak dah gada masalah lagi ketika menyusui yg ke 7.
    Ternyata setiap anak ada story sendiri sendiri ketika mengasihi ya. 🤔

    BalasHapus
  15. Sehat2 ya Baby Jenna Sayang... kasian juga mamanya jangan sampai puting susunya lecet yaa... kk kl Rausyan nyoba2 nggigit (pas udah besar gini) tinggal pencet pelan aja hidung mungilnya, bakalan dilepaskannyalah pentil., haha

    BalasHapus
  16. Jadi inget masa menyusui anakku kk, puting sampe lecet karena dia bingput, jadi nya pake niple shield tapi lama kelamaan jadi jago menyusui dan awakpun gak galau lagi :)

    BalasHapus
  17. Ya Allah, baca ini jadi keinget waktu ngeASI anak kedua, lecet sampe bernanah. Rasanya subhanaAllah makyus sangat.

    BalasHapus
  18. wah kalau menyusi ternyata bisa juga ya mengalami lecet :(, makasih infonya mba buat bekal info masa depan :)

    BalasHapus
  19. jadi dapat ilmu langsung bahwa pengalaman seorang ibu yg menyusui pasti akan mengalami lecetnya puting

    BalasHapus