Soto ayam, chicken katsu dan ide main

Sedari awal menikah hingga saat ini saya dan keluarga besar tinggal terpisah. Beberapa tahun lalu setelah ayah meninggal dunia, ibu tinggal sendiri. Ibu, bisa dikatakan cukup sehat dan gesit di usianya yang senja namun masih tetap aktif beraktivitas membuka usaha sejenis kedai sampah. Semua bahan pokok dapur dan juga makanan dijual di warung ibu. Dari mulai berbelanja ke pasar tradisional hingga menjaga warung yang terpisah dari rumah induk ibu lakoni sendiri. Praktis aktivitas yang ibu lakukan lebih banyak di warung dibandingkan dirumah. Rumah cenderung sebagai tempat peristirahatan saja.

Berbanding terbalik dengan ibu, aktivitas yang saya lakukan lebih banyak didalam rumah. Sesekali saja keluar rumah untuk aktivitas rutin dan juga outing mencari bahan belajar bersama keenam anak kami yang bersekolah rumah. Karena itu, lebih praktis bila berbelanja lewat warung ibu. Telpon malam lalu paginya menjemput barang belanjaan di warung.

Seiring waktu berlalu akhirnya kami memutuskan untuk satu dapur walaupun berjauhan rumah. Suami mengambil bahan makanan mentah lalu saya yang mengolah dan hasil matang dikirimkan sesuai porsi ke rumah ibu.

Mengolah bahan makanan dengan porsi saya,suami, keenam anak kami dan juga ibu tentunya menghabiskan banyak waktu bila tidak disiasati dengan trik agar waktu yang berlalu menjadi efisien. Apalagi selain urusan domestik yang tanpa Asisten rumah tangga, kami masih melaksanakan program belajar di rumah tanpa pengajar yang dipanggil ke rumah.

Menyiasati proses memasak makanan utama beserta camilan lebih efektif dengan metode food preparation. Namun kali ini saya tidak sedang membahas tentang food preparation. Kali ini bahasan lebih fokus kepada menu makanan praktis yang sering dilakukan untuk efisiensi waktu beserta ide bermain dari hasil akhir olahan makanan.

Soto ayam

Sebelum pandemi Co-Vid 19 ini, menu soto menjadi salah satu menu andalan yang membuat waktu berjalan efisien dan juga tidak menyulitkan bagi ibu hamil trimester akhir seperti saya. Proses pengerjaan yang relatif mudah dengan bahan yang sederhana dan hasil akhir sisa olahan yang bisa dijadikan bahan bermain. Tentunya karena lahir dan dibesarkan di kota Medan, yang familiar di lidah kami adalah soto dengan kuah bersantan dan rempah soto yang khas. Biasanya, bila berencana memasak menu ini, ayam terlebih dahulu saya olah di malam hari sebelum beranjak tidur. Sehingga di pagi sebelum subuh menjelang saya sudah mendapatkan olahan kaldu dari ayam yang menambah cita rasa soto lebih gurih. Yup, dengan bantuan slow cooker tentunya. Tahapannya adalah membuat chicken stock ataupun mirepoix. Setelah ayam dibersihkan masukkan ke dalam slow cooker dengan air bersih yang ukurannya cukup merendam ayam. Tambahkan dua batang daun bawang, potongan wortel dan sedikit bawang Bombay. Biasanya saya setel tombol low di jam 23.00 dan sekitar jam 03.30 steker dimatikan. Dengan proses memasak lambat ini menghasilkan kuah kaldu yang sangat gurih dan sedap. Lalu setelah subuh, kuah kaldu (mirepoix) disaring dan ayam digoreng tanpa minyak diatas teflon hingga sedikit kering. Menunggu ayam kering, saya meracik bumbu lalu menumisnya hingga harum. Tak lupa saya menyiapkan santan kelapa. Dengan tahapan ini, santan yang digunakan cukup dari parutan sebelah kelapa. Tips tambahan untuk mendapatkan santan yang maksimal adalah dengan memblender kelapa parut hingga ampasnya halus dan mengeluarkan santan kental yang maksimal. Biasanya saya blender dua kali. Pertama untuk santan yang kental lalu diblender kembali untuk santan yang mulai cair.
Air kaldu beserta santan dimasukkan ke dalam panci dan dicampurkan dengan tumisan bumbu soto. Beri pelengkap berupa daun bawang dan daun sop. Alhamdulillah soto telah selesai dan bisa dihidangkan untuk sarapan sekeluarga.

Sebenarnya, saya belum berhenti hingga tahapan diatas. Dengan jumlah penghuni rumah yang tidak sedikit, perlu sedikit strategi agar tidak bolak-balik ke dapur. Kaldu dan santan yang menjadi kuah soto, biasanya saya bagi ke 3 wadah. Untuk pagi harinya, kuah soto ditambahkan dengan rebusan telur sebagai lauk. Untuk siang, lauk telur berganti dengan ayam dan sore menjelang malam bila ayam tidak memadai saya tambahkan soun dan juga kentang goreng pada kuah soto. Dengan strategi ini, makanan tersedia maksimal tanpa repot bolak balik menyiapkan makanan untuk keluarga.

Chicken katsu

Di fase lockdown pandemi Co-Vid 19 ini, salah satu hal yang saya syukuri adalah saat ayam negeri turun harga. Enam belas ribu rupiah per kilogramnya. Disaat momen itu, saya dan ibu menyiasati stok bahan makanan dengan bahan dasar ayam yang bisa dijadikan Frozen food yang sewaktu waktu bisa disiapkan dengan waktu singkat. Biasanya kami membuat ungkep ayam, bakso, taiso ataupun nugget.
Namun menyesuaikan dengan soto dan sebagai variasi menu frozen yang di simpan akhirnya chicken katsu menjadi idola baru bagi anak-anak di rumah.

Pengolahan chicken katsu ini cukup menguntungkan bila dalam sepekan kita menyeting memasak soto. Sebab, seluruh olahannya tidak ada yang terbuang. Cukup menyiapkan potongan ayam dalam bentuk filet disebagian daging dada ayam, yang sebagian lagi masih bisa dipergunakan untuk membuat mirepoix atau kaldu ayam.

Chicken katsu pun relatif mudah proses pengerjaanya. Ayam yang telah difillet seukuran jari (memudahkan finger food bagi ananda yang masih balita) di bersihkan lalu di marinasi beberapa jam didalam chiller. Kalau saya, biasanya memarinasi di jelang siang saat anak-anak sudah mulai persiapan istirahat untuk Dzuhur dan menyelesaikan proses akhir pembalutan daging ayam dengan bread crumbs menjelang sore atau menyesuaikan situasi dan kondisi di rumah. Untuk marinasi biasanya saya menggunakan bawang putih yang dihaluskan dengan jahe. Tambahkan 2 -3 sendok kecap Inggris.

Chicken katsu yang sedang digoreng


Untuk pembalutan daging ayam, sediakan wadah berisi kocokan telur, wadah berisi tepung terigu yang ditambahkan sedikit merica dan maizena atau bila ingin mudah, gunakan tepung bumbu serbaguna, lalu sebuah wadah berisi tepung roti breadcrumbs. Karena saya masih menyimpan kelebihan sereal saat anak yang keenam MPASI maka bread crumbs/panko saya gantikan dengan sereal yang masih ada. Urutannya, ambil fillet ayam, balurkan pada campuran tepung, lalu gulingkan kedalam telur kocok dan balut dengan tepung roti/sereal. Setelah terbalut rata hingga semua habis, simpan pada wadah kemasan sekali pakai. Karena jumlah kami terhitung 10, maka saya mengemas 30 potong dalam satu wadah agar bisa digunakan dalam sekali proses penggorengan. Chicken katsu bisa disajikan dengan tambahan cocolan saus dan sayur-sayuran segar.

Chicken katsu dengan saus dan mayones

Ide main

Di tahapan ini sebenarnya adalah tahap penyelesaian menjadikan hasil akhir olahan menjadi berfungsi maksimal. Masih ingat dengan ampas santan kelapa di menu soto bukan?
Yup.
Ampas santan kelapa, biasanya tidak langsung saya buang. Hasil ampas yang diblender ini memiliki tekstur halus yang cukup unik dan bagus. Tambahkan pewarna makanan yang ada diinginkan. Lalu ampas yang telah berubah warna ini kita jemur agar kering.

Biasanya sisa ampas ini saya jadikan bahan bermain kolase gambar bersama anak-anak kami yang berusia dibawah 7 tahun.
Sediakan kertas dan minta anak menggambar sesuai keinginannya. Untuk anak yang dibawah empat tahun, biasanya saya sediakan kertas yang sudah ada gambarnya. Tambahkan lem di badan gambar agar ampas bisa melekat sempurna. Kreasikan gambar dan warna sesuai imajinasi anak.

Selain mengisi kolase gambar, ampas kelapa ini bisa dijadikan media belajar untuk anak-anak pre writing exercise. Sediakan wadah seperti talam, lalu minta anak mempola huruf dengan jari telunjuknya sesuai instruksi yang kita berikan diatas ampas kelapa.

Ampas kelapa ini bila dipadankan dengan bahan pembuatan pasir kinetik juga oke loh.

Ternyata kreativitas anak tidak hanya lewat ampas kelapa saja. Tulang ayam yang telah disuwir untuk soto, biasanya tekstur nya lebih kering dan ringan karena melewati proses masak di slow cooker. Anak anak kami yang usianya diatas 7 tahun, biasanya memanfaatkan hasil akhir ini lewat lukisan alami. Membuat pola hewan dan tumbuhan dengan bahan tulang ayam dan dedaunan juga beberapa bahan alam yang bila dikombinasikan menghasilkan lukisan alami yang sangat indah.

Yuk main

33 Komentar

  1. Poto mana Poto..

    Belum lengkap kalo ide mainnya belum diupload potonya, hehe

    Kalo masak soto anak kami selalu makan bolak balik .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, soon di edit foto ya

      Hapus
    2. Yes sudah ada...
      Dan bikin mupeng lagi itu chicken katsu nya.
      Eh ayam lagi murah kan.. buat lagi lahhh. Hahah

      Hapus
    3. Kalo ini gak bikin katsu lagi. Bikin steak ayam krispi dengan brown sauce.
      Sisa fillet nya digiling jadiin Sempol ayam.
      Hohoho

      Hapus
  2. Fotonya mana nih kak, biar makin ngiler liat soto ma chicken katsunya. Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadwal masak katsu hari Senin, nanti edit lagi buat nambahin foto.
      Hehe

      Hapus
  3. Soto Medan memang makanan khas terkenal dari kota Medan. Sampai2 sejak doeloe kala mie instan pada bikin rasa soto medan kan, karena ngehits nya soto dari daerah kita ini ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, emang khas ya kak Mia soto Medan itu

      Hapus
  4. Ayam 16 RB kapan mbak? Aku kemarin belanja 20rebu. Btw ide buat Frozen food saat pandemi sekarang ini oke juga

    BalasHapus
  5. Pernah pas sekitar dua pekan lalu dan juga di pekan ini hari Jum'at mba

    BalasHapus
  6. Ga kebayang karena ga ada futuuu huhu
    Yg penasaran chicken katsu hehe

    BalasHapus
  7. hmmmm jadi lapar :( mau oiat sotonya, chicken katsuuu sama kreativitas pakai ampas kelapaaa biar bisa dibuat dirumah wkwkwk

    BalasHapus
  8. Mantap nih sisa ampas makanan bisa dijadikan kreativitas, tapi kurang fotonya nih kak mau lihat tulang ayamnya jadi lukisan :)

    BalasHapus
  9. Wah kreatif banget, Mba. Jadi bahan tidak ada yang terbuang ya. Bahkan sampai ampas kelapanya bisa digunakan untuk kolase. Ga kepikiran loh sama saya. Jadi keidean deh baca ini.

    BalasHapus
  10. Chicken katsu emang favorit bocah bocah ya mba. Hehehe. Kreatif banget ini ibunya. Anak kenyang, mamak senang. Anak hepi, mamak lebih hepi.

    BalasHapus
  11. Iya ya, Mbak. Sikon sekarang, ayam malah lebih murah. kemarin malah tetangga beli langsung dai mobil keliling yag jual. hanya pas terakhir saya beli, sekilo masih 26 ribu.
    Nah, memang bagus dimanfaat ini. Kalau saya selain buat naget, juga abon ayam, Mbak. Jadi bisa dijadikan lauk cadangan hehehe.

    BalasHapus
  12. Super sekali kreativitasnya mbak, tak terbayangkan mengasuh 6 orang anak tanpa ART dan masih harus masak untuk ortu. Semoga sehat selalu bunda dan adek bayi yang akan segera lahir. Tulisannya inspiratif sekali, bisa dicoba nih

    BalasHapus
  13. Keren banget mbakkk, aku cuma masak buat 2 orang, tapi cita2 luhurku masak 2 hari sekali aja hahaha dasar pemalas. Capek banget ternyata berkegiatan di dapur itu yaaa. Tapi aku jadi tau, ternyata aku suka masak, gak sukanya cuci piring wqwq

    BalasHapus
  14. Keren nih kreativitas dalam mengolah ampas kelapa dan tulang ayam. Jadi ingin cobain juga buat maen di rumah bersama Alfatih.

    BalasHapus
  15. kreatif bnget sih kak ada edukasinya ya jadinya mengolah bhn makanan yg habis pakai...bisa untuk gambar keren idenya...

    BalasHapus
  16. Jadi kepengen masak soto juga dan memang pas ayamnya juga lagi murah. Selain itu seru juga sama ide mainnya, jadi bermanfaat ya sisa bahan makanannya.

    BalasHapus
  17. ini artikel inspiratif banget dan ada resep ada juga ide dan bahan permainan ana sekalian belajar. Dan aku baru tahu...thanks sharingnya Kakak

    BalasHapus
  18. Iya mbak harga ayam emang sedang turun ya, jadi aku suka nyetok mayanlah ahhahahaha, ide bermainnya juga kelihatan seru. Aku di masa pandemi ini juga puter otak buat masak dan main sama anak, hahaa

    BalasHapus
  19. Wah hebat ikh mba jago masak. Aku ga jago masak. Sebenernya ga suka masak. Tapi tetap memaksakan diri memasak biar hemat dan sehat. Apalagi di masa sulit sekarang. Jadi pengen nyobain bkin chicken katsu. Tetnyata gampang ya bkinnya

    BalasHapus
  20. Kreatif kak, tulang ayam pun bisa dijadikan media bermain. Bisa dicoba nih untuk anak-anak di rumah. Makasi idenya ya kak.

    BalasHapus
  21. tips masak memasak selalu aku suka hihi btw aku nggapernah kepikiran loh memanfaatkan sesuatu yang menurutku udah ngga bisa dipake, tapi ternyata bisa yaa

    BalasHapus
  22. Wah kreatif banget kakaknya aku sendiri kalau tulang Adam gitu taking kasih kicking huhu. Btw jadi pengen bikin chicken katsu deh hehe.

    BalasHapus
  23. Mba saya penasaran saya hasil karya dari sisa ampas dan tulangnya, kok bisa banget ya kreatif banget. Tapi masih belum tuntas penasarannya karena blum lihat hasilnya hihi. Menu ini favorit anak-anak saya nih

    BalasHapus
  24. Boleh nih, resep chicken katsu buat variasi makanan di rumah. Hehehehe, menu favorit banyak orang, dan resepnya dicari banyak orang. Good information kak..

    BalasHapus
  25. wuah kalo irang Indonesia mah kreatif2 kalo disuruh ngolah masakan.
    sisanya ini bisa dijadikan itu. sisanya itu bisa dijadikan ini, dst.
    ajaibnya, enak semua, habis tak bersisa

    BalasHapus
  26. menanti foto yang menggugah selera kak, fil khusus soto ayamnya

    BalasHapus
  27. Share juga foto sotonya ya mbak hehehe. Pengen liat yg seger seger sekalian

    BalasHapus
  28. Wah tips masak soto ala Kak Sischa bole juga nih, trus mupeng punya slow cooker 😍 ide main ampas kelapanya, ah nanti praktekin ke Olil, makasi akaaak

    BalasHapus