Superhero itu bernama ayah

Menonton film adalah salah satu dari sekian aktivitas yang jarang saya lakukan sepanjang hidup. Apalagi setelah menikah dan dikaruniai beberapa anak. Bukannya tidak suka menonton, tapi memang rutinitas yang tarik menarik seolah menghilangkan aktivitas ini dalam to-do-list di hidup saya. Selain itu kami memang bersepakat untuk tidak memiliki televisi di rumah. 

Suatu hari saya melihat sebuah film muncul dalam timeline. Kisah tentang penyelamatan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap putri 17 tahunnya dari penculikan gangster narkoba dan penjualan wanita yang terkenal sadis. Film berjudul Taken ini mengetuk rasa ingin tahu yang mendalam bagaimana adegan heroik sang ayah menyelamatkan putrinya dari sergapan sang gangster dalam waktu hanya 96 jam saja.

Film ini dibintangi oleh Liam Neeson. Pekerjaannya sebagai agen pengamanan pemerintah membuat ia dan istrinya akhirnya bercerai dan hidup terpisah dengan putri yang sangat ia cintai,Kim. Lenore sang mantan istri akhirnya membawa putrinya dan berumah tangga kembali dengan Stuart seorang pebisnis. Namun yang mengesankan bagi saya, walaupun tidak mengasuh Kim namun Bryan sang pemeran utama, memiliki arsip perkembangan anaknya setiap tahunnya. Ia selalu hadir di momen spesial anaknya dan hafal apa yang disukai putri kesayangannya itu. Dengan kata lain, walaupun sang ayah sibuk namun ia selalu mengerti perkembangan dan setiap detail tentang putrinya. 

Suatu ketika, Kim meminta izin berlibur ke Paris bersama temannya, Amanda. Karena masih dibawah umur maka Bryan menolak memberikan izin karena ia tahu konsekuensi bepergian keluar negeri tanpa pengawasan orang tua. Namun akhirnya, mempertimbangkan kondisi mantan istri dan putrinya yang emosional Bryan akhirnya mengizinkan dengan syarat Kim diberikan telepon genggam dengan nomor yang sudah disediakan ayahnya dan wajib melaporkan bila sudah tiba di tujuan. Sang ayah tetap memantau perkembangan dan kondisi putrinya dari jauh. Dalam hal ini, kita bisa mengambil situasi ini sebagai safety prosedur bagi para orang tua untuk memantau anak. Tidak bepergian tanpa pengawasan, bekali alat komunikasi dan gali informasi dengan siapa ananda beraktivitas tanpa penyertaan orangtuanya.

Kembali ke cerita, saat Kim menelpon ayahnya ia melihat penculik masuk ke apartemen sepupu Amanda dan menculik amanda. Kim yang kaget, segera ditenangkan oleh ayahnya dan ayahnya memandu dari telpon agar ia tenang dan konsentrasi agar tetap bisa berfikir logis sambil memberitahu kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya. Singkat kata, Kim berhasil diculik. Lewat telepon, Bryan memperingatkan sang bos gangster, Marko Hoxha untuk melepaskan sang putri atau konsekuensinya ia akan membuat perhitungan dengan para gangster asal Tropoja itu. Dibantu informasi oleh beberapa temannya, Bryan akhirnya menyusul ke Paris untuk membebaskan sang putri. Banyak kesulitan yang ditempuh Bryan seperti ketidakmampuan menguasai bahasa sekitar hingga pelacakan ke markas dan tempat- tempat yang menjadi area operasional sindikat narkoba dan pelacuran wanita yang di-backup oleh orang kuat dari pemerintahan setempat. Namun, dengan teliti dan tetap tenang ia telusuri mengejar waktu yang sangat terbatas.

Ternyata, putrinya tidak ditemukan di area pelacuran. Sebab putrinya masih perawan, maka ia dijual di area lelang para pengusaha besar. Ia segera menyusul dan beberapa adegan baku hantam terjadi saat ia sudah hampir sampai menemukan putrinya. Akhirnya, cerita ini berakhir gembira. Semua musuh tewas. Dan ia akhirnya berhasil menyelamatkan sang putri tercinta. Ada dialog yang sangat manis di adegan terakhir. Yakni saat sang putri terharu mengetahui sang ayah datang menyelamatkan dirinya.
'Ayah, datang untukku?' Lalu sang ayah menjawab, " Kan ayah sudah bilang, ayah akan menyelamatkanmu"

Kisah ini walaupun hanya fiksi, betul-betul inspiratif. Ayah, menjadi sosok yang amat sangat dekat dan berada di garda terdepan dalam menyelamatkan sang putri dari kondisi dan situasi apapun yang membahayakan. Ayah, bahkan faham betul seperti apa putri dan orang-orang disekitarnya. Walau setting tempat adalah kehidupan bebas ala gadis California, namun sang putri tetap bisa menjadi dirinya dan tidak tergoda untuk menyerahkan kehormatan pada sembarang pria seperti yang ditawarkan oleh temannya. Ini tentunya buah edukasi dan rasa cinta yang luar biasa yang dimiliki oleh ayah, sang cinta pertama. 

Kisah ini menjadi cukup unik, dimana sang ayah dan ibu sudah tidak hidup bersama namun komunikasi kepada putrinya tetap terjaga. Terkadang di beberapa keluarga yang masih utuh, tidak hanya komunikasi ke anak yang tidak terjaga. Komunikasi antar kedua orangtua kadang menjadi tolak ukur fluktuatif dan berimbas kepada anak-anaknya. Jadi di film ini seolah berpesan, bersama ataupun telah berpisah tanggung jawab dan support pada perkembangan anak tetap menjadi hal yang utama. Perlu kedewasaan dan no baper-baper area pada ayah maupun ibu. Hal yang kadang jadi barang mahal dan sangat sulit dilakukan pada sang mantan di negara tertentu.

Akhirul Kalam, semoga kisah ini tidak hanya terjadi di film namun banyak ditemukan di kehidupan nyata. Karena para gadis kita butuh pahlawan yang nyata dalam mencintai dan mengenalkan sosok teladan, Qudwah bagi umat manusia. Satu, dua, tiga 'Wahai ayah, tunjukkan pesonamu'.

33 Komentar

  1. Wah seru filmnya ya kak, suka deh film tema ayah, btw Taken ada part nya juga kak, udah sampe 3 klo gak salah

    BalasHapus
  2. Taken yang pertama ini..

    Pas liatnya seru lah, tengah malam masih di karya hari tu ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoooo, daku tertinggal dan telat banget ya ternyata

      Hapus
  3. Ayah tu cinta pertama anak perempuannya. Wah keren ceritanya, bgs juga buat bapak-bapak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat lelaki yang pengen belajar jadi bapak juga bagus banget

      Hapus
  4. Udah pernah nonton jg nih saya kayaknya... TAKEN ya... Memang film² Hollywood suka mengangkat atau menyelipkan kisah ayah dan princessnya. Seperti di film Antman kan jg ada, si Scott Lang dan Cassey anak perempuannya. So sweet banget. Tfs Ukhti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayah dan anak perempuannya emang sesuatuhh dwehhh... Tak terkataken mesrahh nyahh

      Hapus
    2. Makasih ya kak Mia, udah mampir. Jadi pengen juga nonton film Ant-Man jadinya

      Hapus
  5. Sudah nonton film Taken ni tapi hanya sampe ke 2 aja, peran ayah ni penting kali ya kak, karakter anakpun katanya akan terbentuk kalau ayah tu sesuai apa yang diharapkan anaknya, kalau tidak anak akan kehilangan figur ayah, betul tidak kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah sampai taken 4 loh kak Iid ternyata.

      Betapa beruntungnya bagi para orangtua terutama yang memiliki anak perempuan.

      Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)

      Hal lainnya, anak perempuan yang dekat sama ayahnya maka ia tak akan mudah di 'gampang-in' oleh lelaki yang tak halal baginya

      Hapus
  6. Oh judul filmnya taken ya. jadi tau hehehe. Makasih infonya mak.

    Peran bapak dalam keluarga memang penting, saling mengisi dan melengkapi bersama pasangan dan anak melihat merekam itu dalam bingkai cintanya.

    BalasHapus
  7. Kayaknya dv pernah nonton ini juga. Keren euy filmnya. Mengajarkan pentingnya sosok ayah bagi anak walaupun dalam kondisi perceraian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang aku salut itu orang-orang di luaran itu bisa gak baperan ketemu mantan ya. Wkwkw

      Hapus
  8. Aku bolak-balik nonton film ini nggak pernah bosan. suka banget bagaimana seorang ayah bisa melakukan apapun itu buat putri tercintanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, terharu jadinya ya liat perjuangan bapaknya itu

      Hapus
  9. Sepertinya saya pernah nonton film ini, Taken. Tapi lupa dimana. Filmnya memang seru. Kalau saya malah serius lihat adegan actionnya. Baru ngeh, kalau pesan moralnya memang sedalam itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adegan actionnya emang keren dan mendukung banget sama story sang ayah sebagai tim pengamanan.

      Nah, aq pun rasanya terbius story nya

      Hapus
  10. Jarang..jarang bunda delima ini ngebahas film. Dan ternyata filmya emang bagus. KAyaknya perlu ditonton nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, soalnya daku bukan tipe penonton film Dy. Hehehe

      Hapus
  11. kalo gak salah aku jg pernah nonton film Taken 1dan 2.Ceritanya masih seputar penculikan dan perjuangan ayahnya.Salut deh sama perjuanganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, emang Man-ly banget tokoh ayahnya ini ya kak Dona

      Hapus
  12. Liam Neeson banyak membintangi film-film laga dengan gayanya yang cool dan tidak petakilan. Kurang lebih seperti saya ini ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. MaasyaaAllah...
      Beruntung nya saya dikomentari Liam Neeson asal negeri ples enam dua ini.
      Hehe

      Hapus
  13. Keren nih meskipun udah berpisah tapi komunikasi kepada putrinya masih lancar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, biasanya kan di sekeliling kita di +62 ini suka baperan ya, terutama sama mantan yang udah punya pasangan yang baru lagi.
      Belajar anti-mainstream kayaknya

      Hapus
  14. Ini ceritanya mirip sama film Rambo yang terakhir deh Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? Apakah cerita nya persis mirip ya?

      Jadi penasaran juga nih

      Hapus
  15. Liam Neeson ini memang spesialis aktor aksi kan? Berarti di film ini ada drama sekaligus aksi ya mbak?

    Aku selalu suka film2 dengan tema keluarga, karena aku bisa belajar banyak dari konflik dan penyelesaian mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejujurnya aku bukan tipe penonton film. Makanya gak punya stok film. Tapi karena jalan ceritanya bagus banget jadi tertarik untuk nonton

      Hapus
  16. Ya, Ayah dan Ibu adalah sosok pahlawan bagi anak. Semoga orang tua lainnya juga bisa menampilkan sosom teladan itu untum anak anaknya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin

      Semoga ya kak, banyak orang tua yang sadar pengasuhan anak dengan lebih baik lagi

      Hapus