Yusya', Nabi yang karena doanya Matahari ditahan oleh Allah

Selain nama 25 Nabi, pernahkah mendengar nama nabi lainnya yang tidak terangkum diantara 25 Nabi yang sudah biasa dihafal dan dilantunkan saat kita di madrasah?
Baiklah, kali ini mari kita bercerita tentang Nabi Yusya' bin Nun. Ia adalah salah seorang nabi dari kalangan Bani Israil. Dalam versi Taurat ada bab yang menceritakan tentang Yusya' namun dalam bab tersebut dituliskan Yasyu'(Yosua). Yasyu' dalam bahasa Ibrani berarti Yehuwa. Dan bagi bangsa Yahudi, Yehuwa adalah salah satu nama Allah. Dalam kitab berjudul Qaamus Al Kitab Al Muqaddas menyebutkan si sejumlah tempat mengutip dalam taurat bahwa Yasyu' berasal dari kata Husya' (Hosea) atau Yahusya'( Yehoshua). Oleh Nabi Musa, ia menyebutkan Yasyu'. Ia adalah pengganti Musa yang sebelumnya adalah pelayan Musa. Musa melimpahkan pekerjaan besar kepada Yasyu' semasa hidupnya dan dikisahkan bahwa Ia diminta untuk memasuki Palestina setelah Nabi Musa wafat.
Suatu ketika dalam sebuah peperangan, Yusya' bin Nun bersama pasukannya menaklukkan Baitul maqdis lewat izin Allah. Padahal pasukan musuh telah menghimpun banyak prajurit untuk menaklukkan pasukan Yusya'. Mereka berfikir pasukan Yusya' akan mengalami kekalahan karena jumlah mereka yang sedikit. Ternyata Yusya' tidak gentar dengan jumlah pasukan yang sedikit. Strategi Yusya' adalah membawa prajurit yang hati-hati mereka tidak terpaut oleh persoalan dunia yang biasanya menhiamen jiwa manusia.

Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihain dari abu Hurairah Rasulullah Saw bersabda
"Salah seorang Nabi berperang, lalu ia berkata pada kaumnya, 'Jangan ada lelaki yang baru menikahi seorang wanita mengikutiku berperang sementara ia berkeinginan untuk menggaulinya namun belum ia gauli, jangan pula ada seseorang yang mendirikan bangunan namun atapnya belum ia pasang, dan jangan pula seseorang yang telah membeli kambing atau unta bunting sementara ia menantikan anak-anak hewan itu lahir'

Prinsip kepemimpinan Yusya' ini sangat luar biasa. Ia bertekad untuk menaklukkan suatu negeri dan ia fokus pada kekuatan pasukannya. Bukan hanya kuat secara fisik tapi secara akal dan hati. Sebab, orang-orang yang hatinya masih dikuasai oleh dunia mereka tidak bisa melepaskan hati dan akalnya dari persoalan-persoalan tersebut. Prinsip yang digunakan Yusya' menunjukkan dia adalah seorang pemimpin yang tiada duanya, memiliki teori kepemimpinan dan menyiapkan pasukan untuk berperang sehingga ia bisa meraih kemenangan. Untuk meraih kemenangan tidaklah cukup banyaknya jumlah personil tapi yang terpenting adalah kualitas. Tersebab alasan inilah Yusya' mengeluarkan mereka yang hati-hatinya tidak fokus pada barisan pasukannya. Sebab fisik mereka berada di dalam peperangan sementara hatinya terpaut pada istri yang hendak digauli, atau terpaut pada hewan ternak yang akan melahirkan, atau pada bangunan yang hendak ia huni.

Apa yang dilakukan Yusya' persis seperti strategi yang dilakukan Thalut. Ia memerintahkan agar pasukannya tidak meminum air sungai kecuali hanya sebatas cidukan tangan saja. Sebagian pasukannya meminum air sungai itu kecuali sebagian kecil yang menuruti perintah Thalut, dan merekalah yang terbukti pasukan yang kuat pertahanannya.

Dalam QS At-taubah:47 Allah telah mengabarkan kepada Rasul-nya bahwa orang-orang yang menarik diri dalam perang Uhud (munafik) justru membawa banyak kebaikan bagi kaum mukminin.
"Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim ".

Dalam kisah ini Yusya' berangkat bersama pasukannya saat Asar. Artinya peluang menaklukkan kota itu kecil karena perang di malam hari bukanlah hal yang mudah. Dan dikisahkan saat itu adalah hari Jum'at, sehingga ia harus memberhentikan Peperangan bila matahari sudah terbenam disebabkan itu pertanda bahwa hari sudah berganti menjadi Sabtu. Dan Bani Israil diharamkan berperang pada hari Sabtu. Hal ini tenrtent menjadi kesempatan bagi musuh untuk mempersiapkan senjata tambahan guna memperkuat pasukan.

Yusya' dan keimanannya yang kuat, percaya bahwa Allah akan menolong mereka dengan kuasaNya. Tiada yang berkuasa di muka bumi ini kecuali hanya Allah. Lalu Yusya' menghadap ke arah matahari dan berkata

" Sesungguhnya engkau diperintah, dan aku juga diperintah" Lalu Yusya' berdoa "Ya Allah! Tahanlah matahari untuk kami"

Allah mengabulkan doa Yusya' dan menunda terbenamnya matahari hingga Yusya' dan pasukannya memenangkan peperangan. Allah mahakuasa untuk memperpanjang siang hari dan bila kita ibaratkan rotasi bumi saat itu melamban dengan izin Allah, Wallahu a'lam. Yusya' dan pasukannya akhirnya menang atas kehendakNya. Dan harta rampasan perang kala itu sangat Banyak.

Dahulu, Allah tidak menghalalkan harta rampasan perang untuk umat-umat sebelum kita. Harta rampasan perang tersebut dikumpulkan lalu api akan turun dari langit dan melahap harta tersebut bila tidak ada seorang prajurit pun yang mencurinya. Lalu, saat Yusya' mengumpulkan harta rampasan perang tersebut dan api yang turun dari langit ternyata tidak melahap sedikit pun dari harta tersebut. Hal ini akhirnya membuat Yusya' mengambil cara membaiat setiap kabilah yang diwakili oleh satu orang pemimpinnya. Jika saat berbaiat tangannya menempel dengan orang tersebut maka di kabilah tersebut ada yang mencuri harta rampasan perang. Dan akhirnya terungkaplah pencurian harta tersebut. Setelah harta itu dikembalikan lalu api langsung melahap semuanya.
Hukum terhadap rampasan perang ini tidak berlaku untuk umat Rasulullah. Pada masa Rasulullah harta rampasan perang dihalalkan. Hal ini perlu menjadi kesyukuran bagi kita sebagai bentuk Rahmat dan karunia Allah kepada umat ini. Halalnya harta rampasan perang menjadi salah satu bentuk keistimewaan umat Rasulullah dibandingkan umat sebelumnya.

Lalu, dari kisah Yusya' bin Nun banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik.
  • Kewajiban berperang sudah ada dan diwajibkan tidak hanya pada umat Rasulullah tapi juga pada umat-umat sebelumnya. Allah bahkan pernah menghukum Bani Israil mengembara selama 40 tahun ketika mereka enggan memerangi orang yang zhalim. Kisah ini ada tertuang dalam QS. Al-Baqarah: 246
  •  Kisah dalam hadits ini adalah salah satu ingatan buat para pemimpin agar jangan melimpahkan amanah penting dan besar pada orang-orang yang hatinya tidak fokus sehingga bisa menjadi penghalang bagi pelaksanaan tugas tersebut 

  •  Pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang karakter dan tabiat prajurit yang dipimpinnya agar mudah mendapatkan manusia berkualitas yang bisa melaksanakan amanah

  •  Allah akan memberikan janji kemenangan bagi orang-orang yang shaleh dan berjihad di jalan Allah.

 Dalam hadits ini kita bisa mengambil Ibroh bahwa seleksi yang telah dilakukan Yusya' dalam membersihkan pasukannya dari orang-orang yang lemah yang dapat menyebabkan kekalahan namun tetap saja ditengah perjalanan masih ada pasukan yang berkhianat dan mengalami kelemahan iman saat melaksanakan amanah dan tugas yang diberikan pemimpin.

Hadist ini juga meluruskan penyelewengan terhadap isi Taurat yang menyebutkan dalam teks nya bahwa Yusya' membakar pelaku pencurian harta rampasan perang.

Nah, semoga bermanfaat ya kisah Yusya' bin Nun.

 

21 Komentar

  1. Aku baru dengar Nabi yusya'.

    Luar biasa strategi perang nya.
    Namun kita hidup di zaman kisah islami jarang di dengar sehingga kita lebih sering mengagungkan kisah lain atau strategi perang lain. Misalnya lao tse.
    Pasti orang lebih sering dengar lao tse daripada Nabi yusya'

    BalasHapus
  2. Nabi itu sebenarnya banyak jumlahnya kalau gak salah sampai ribuan. Tapi selain 25 nabi, yang paling dikenal adalah nabi Khidir. Ternyata sayapun masih minim ilmu sampai cerita nabi Yusya baru tahu sekarang

    BalasHapus
  3. Iya, nabi yang wajib diketahui cuma 25, tapi selain 25 masih ribuan nabi lagi yang diturunkan Allah kepada ummatnya, salah satunya Nabi Yusya yang luar biasa ini.

    BalasHapus
  4. Selama ini, yang kisahnya terus diceritakan hanya 25 Nabi saja ya, Mbak. Tapi sebenarnya banyak sekali Nabi-Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Salah satunya Nabi Yusya ini.
    Dan saya rasa, kisah nabi-nabi lain di luar 25 nabi, perlu juga diceritakan untuk anak-anak. Apalagi kisah-kisahnya sangat bisa menjadi suri tauladan.

    BalasHapus
  5. Wow, pelajaran yang luar biasa dari tokoh zaman sebelum Rasulullah.
    Saya baru kali ini mengenal sosok Nabi Yusya. Atau mungkin yang disebut Joshua, ya?
    Terima kasih sudah membagi kisah indah ini, Mbak.

    BalasHapus
  6. Saya juga baru tau bunsis tentang nabi yusya' ini.

    Ditunggu cerita-cerita nabi lainnya bunsis

    BalasHapus
  7. Nabi Yusya' haqqul yaqueen yaa bahwa matahari pun ciptaan Allah maka Allah yang Maha Berkehendak mudah saja menunda tenggelamnya mataharisehingga hari tetap di hari Jumat. Lalu bi idznillah, Nabi Yusya' dan pasukannya memenangkan peperangan. Masyaallah, kun fa yakun!

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah dapat ilmu dan info baru, saya belum pernah dengar sebelumnya temtang nabi yusya' ini karena dari kecil taunya kisah 25 nabi.

    BalasHapus
  9. Saya baru tahu kisah Nabi Yusya yang beroleh izin Allah untuk menahan matahari tenggelam.
    Betapa banyak hikmah yang terkandung dalam kisah ini. Palung harus saya ceritakan juga karena sepertinya bosan jika mamah jarang bercerita hal-hal yang ingin ia dengar. Anak itu suka sekali dengan kisah Nabi. Kemarin saya sampaikan apa yang telah dibaca dari blog tenan tentang Umar bin Khattab yang bergantian mengendarai 🏇 bersama pengawalnya untuk menerima kunci kota dari pendeta di Palestina yang telah ditaklukkan oleh pasukannya.
    Ada banyak kisah epik yang menggugah tauhid untuk anak harus kita sampaikan.
    Semangat, ya, Mbak. Saya senang bisa baca kisah ini. Terima kasih 😍

    BalasHapus
  10. Begitu bijaknya kepemimpinan nabi Yusya.semoga kita semua bisa mencontoh nya. Aamiin

    BalasHapus
  11. Terima kasih atas sharing ceritanya tentang Nabi Yusya. Selain informatif banyak pelajaran yang dapat diambil dari sikap-sikap Nabi Yusya yang baru saya denger ini

    BalasHapus
  12. Sesungguhnya pada kisah-kisah para nabi terdahulu banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik ya mbak... Dan ya, semakin menguatkan iman kita kepada Allah... makasih ya mbak udah sharing kisha ini karena jujur aku belum pernah dengar nih...

    BalasHapus
  13. Aku baru dengar mbak tentang Nabi Yusya ini. Setiap kisah nabi dan rasul punya banyak ilmu dan wawasan yg diperoleh. Dan kita kudu mengambil hikmahnya...

    Masyaa Allah. Tfs, mbak...

    BalasHapus
  14. jadi, mengikuti perintah Tuhan itu membuahkan hal yang luar biasa ya. ada pembelaan lansung dari Tuhan.

    BalasHapus
  15. Masya Allah, aku baru dengar kisaj Nabi Yusya ini, Mbak. Makasihh ya sudah menulisnya. Jadi dapat ilmu dan pengetahuan baru deh. Luar biasa ya masa kepemimpinan beliau.

    BalasHapus
  16. Terima kasih buat sharenya mbak. Sejujurnya baru tahu kisah Nabi Yusya bin Nun ini. Ternyata banyak memberi hikmah untuk kepemimpinan dan keteladanan ya

    BalasHapus
  17. Mbak aku simpan ya artikel ini. Buat cerita in ke anak-anak. Baru dapat di sini cerita nabi Yusya

    BalasHapus
  18. Selain 25 nabi yang biasa dipelajari, cuma nabi Khidr yang dv tau selain mereka. Nambah lagi satu nabi yg baru dv tau kali ini. Makasi ceritanya mak.

    BalasHapus
  19. Terima kasih banyak kak sudah di ingatkan , saya baru tahu kisah tentang ini. Tapi benar janji Allah itu nyata ya.

    BalasHapus
  20. kisah yang terus menerus digaungkan itu ya kisah 25 nama itu, karena yang diangkat ke sejarah juga nama itu. Karena sejarah hanya mencatat kalau ada ratusan bahkan ribuan nabi. Dan saya baru tahu ada kisah ini

    BalasHapus
  21. Sangat bermanfaat, Mbak. Masyaallah ajdi ada bahan untuk bercerita dengan si kecil. Kebetulan dia lagi suka tanya-tanya tentang kisah peperangan jaman nabi.

    BalasHapus