Membawa anak-anak saat bersalin dengan nyaman

Membawa anak saat bersalin dengan nyaman adalah sebuah pengalaman pertama yang saya alami saat melahirkan baby AUFA,anak ke-enam kami. Dua hari jelang HPL rasa cemas deg-degan sudah mulai manja terpampang nyata. Pasalnya, sampai sekarang rasa kontraksi maupun bercak flek tanda mau melahirkan (kalo di medis istilahnya bloody show) belum juga muncul. Bunda langsung ter-remind memori saat melahirkan Syahid dengan kondisi post date. Gak papa juga sih Lewat, yang penting kan gak bermasalah Secara medis. Tapi yang gak enaknya karena suami suka gak available menemani melahirkan. Soalnya beliau sudah set beberapa agenda keluar kota.
H-1 HPL karena flek belum juga muncul akhirnya bunda usaha melakukan pijat kontraksi dan pijat oksitosin supaya step-step bukaan berlangsung lancar dan persalinan lancar jaya.
Alhamdulillah,mulai ada flek tipis-tipis dan nyeri yang intensif. Bunda mulai menghitung durasi kontraksi biar bisa memprediksi waktunya si baby mendarat. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 18.00. Sambil menyiapkan koper yang memuat pakaian 5 anak beserta perlengkapan pendukung seperti crayon,kertas dan beberapa snack, bunda pun ngemil kurma.
Jam 20.00 sudah mulai terasa nyeri 15 menit sekali. Bunda dan ayah kerjasama menyiapkan makanan untuk anak-anak agar kenyang sebelum sampai di klinik. Tak lupa menghubungi bidan yang bertugas di klinik tempat lahiran. Pukul 21.00 anak-anak selesai makan. Bunda mulai memesan taksi online. Jarak rumah dengan klinik sekitar 40 menitan. Akhirnya,bunda dan seluruh keluarga nyamoe klinik pukul 22.00.
Alhamdulillah lagi,malam itu tidak ada pasien partus. Artinya,anak anak bisa tidur di bed kosong.  Sebelum dilakukan VT(Vaginal Touch) untuk mengecek besarnya bukaan,bunda dan ayah mengajak anak-anak ngobrol sedikit perihal persalinan agar anak-anak pun siap menghadapi kondisi yang ada sekaligus mendoakan dan mensupport bunda. Semuanya terlihat sangat antusias.
Ternyata saat di VT,sudah bukaan 6. Masih ada yang belum tidur yakni Syahid si 22 bulan. Bunda mengajak syahid ngobrol jelang tidur sekaligus memberikan ASI di kamar bersalin. Setengah jam kemudian akhirnyaaa syahid benar-benar terlelap.
Di jam 23.00 kontraksi sudah semakin dekat. Ayah memanggil bidan untuk mengecek lagi bukaan. Ternyata sudah bukaan lengkap. Dan bidan langsung mempersiapkan peralatan. Alhamdulillah jam 00.05 akhirnya baby AUFA lahir. Bener-bener di tanggal yang sama sesuai HPL.hihihi
Intinya mempersiapkan persalinan nyaman sambil membawa anak-anak adalah
1. Siapkan seluruh anggota keluarga seperti suami dan anak-anak dengan diskusi agar mereka bisa mendukung proses
2. Tetap tenang agar rileks dan tidak panik
3. Ukur waktu dengan menghitung durasi kontraksi/his
4. Ngemil makanan pendukung kontraksi dan menambah stamina jelang bersalin
5. Doa,karena sebesar apapun ikhtiar,Allah lah penentu segalanya.

Sampai ketemu di tulisan yang lainnya ya

6 Komentar

  1. Ya allah.. seriusan keren kak! hebat banget bisa mengkondisikan anak2 disaat seperti itu. 5 anak tu tertib dab mengerti bundanya bahkan tidak rewel..masyaallah. Anak soleh solehah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, Aamiiin

      Anak-anak kalo kenyang dan gak ngantuk biasanya mah gak rewel😁

      Hapus
  2. Bisa dijadikan contoh nih... Mana tau pas aku nikah dan istri mengalami hal serupa, bisa lah belajar dari tulisan ini. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah,mimpi apa nih...dibales Ama coach Alfie..

      Ntabs coach, ditunggu undangan makannya🤗

      Hapus
  3. Gak berencana punya anak 6. Hiks.. dari dulu2 rencana cuma punya dua. Tapi ya gitu ....


    Jadinya 4 juga.
    Persalinan kedua bawa si kakak nomer 1. Persalinan ke tiga bawa si kakak yg kedua. Persalinan ke 4, berasa sepi.. gak bawa siapa2..

    😂😂😂

    Memang di setiap keriwehan, selalu dimudahkanNya ya..

    4 thumbs up for u sis..

    Psssst meski udah 6, namanya tetep bunda dlima ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kek nya mamak seril ini yang bakal jadi mamsk D'Lima
      WoWkwk

      Hapus